BRIN Hasilkan Lima Varietas Unggul Kakao untuk Dukung Hilirisasi

0
kakao-matang.
Buah kakao organik yang sudah matang berwarna kuning dan merah. Dok: Supianto/Majalah Hortus

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan telah menyiapkan lima varietas unggul tanaman kakao untuk mendukung program hilirisasi yang tegah dijalakan Kementerian Pertanian (Kementan).

Hal tersebut disampaikan Peneliti Komoditas Kakao BRIN, Rubiyo dalam pertemuan kolaborasi antara Kementan dan BRIN di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Selasa (9/6). 

Menurut Rubiyo, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan perhatian khusus terhadap inovasi yang dihasilkan para peneliti, khususnya yang dapat mendukung program hilirisasi pertanian.

“Saya sampaikan bahwa kami telah menghasilkan lima varietas unggul baru kakao yang siap dikembangkan dan dapat memberikan dukungan terhadap program hilirisasi kakao yang saat ini sedang didorong oleh Kementerian Pertanian,” kata Rubiyo.

Di antara lima varietas unggul yang telah dihasilkan BRIN adalah BP 1, RHS 1, dan RHS 2. BP 1 memiliki sejumlah kelebihan, antara lain ukuran biji yang besar, kandungan lemak tinggi, serta produktivitas yang mampu mencapai sekitar tiga ton biji kering per hektare per tahun.

Sementara itu, RHS 1 dan RHS 2 memiliki fungsi penting sebagai sumber benih sekaligus mendukung pengembangan kakao hibrida untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.

Rubiyo menyebut hasil penelitian tersebut tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi telah diterapkan di lapangan dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kakao nasional.

“Untuk BP 1 sudah menyebar di seluruh Indonesia. Sementara RHS 1 dan RHS 2 telah dikembangkan di tujuh provinsi. Ini merupakan peluang yang sangat baik karena varietas unggul tersebut sudah siap dimanfaatkan untuk pengembangan kebun induk, kebun benih maupun untuk kegiatan sambung pucuk atau grafting di tingkat petani,” ujarnya.

Menurut Rubiyo, kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan dunia usaha untuk mempercepat penyebarluasan inovasi kakao kepada petani.

“Kalau ingin penyebarluasan inovasi berlangsung secara masif, maka kolaborasi seperti ini sangat penting. Tujuannya agar Kementan dapat menghasilkan kakao dengan produktivitas tinggi, mutu yang baik, dan pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, riset dan inovasi merupakan kunci untuk mempercepat transformasi sektor pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus mendorong hilirisasi komoditas strategis nasional. 

Menurutnya, hasil-hasil penelitian yang telah dihasilkan para peneliti harus segera dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara luas agar memberikan dampak nyata bagi petani dan perekonomian nasional.

“Varietas unggul yang sudah dihasilkan harus kita kembangkan secara masif agar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi petani dan bangsa,” kata imbuh Mentan Amran.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini