Pelatihan Usai, Komitmen Dimulai: BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute Kawal Implementasi Budidaya Kelapa Sawit di Aceh Singkil

0

Medan, 26 Juli 2026 – Berakhirnya Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM-PKS) Tahun 2026 bukanlah akhir dari proses peningkatan kapasitas pekebun swadaya. Justru dari pelatihan inilah dimulai langkah nyata menuju perubahan tata kelola perkebunan rakyat yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Sebanyak 90 pekebun dan pendamping pekebun kelapa sawit swadaya asal Kabupaten Aceh Singkil yang mengikuti pelatihan pada 20–25 Juli 2026 di Hotel AIHO Medan menyatakan komitmennya untuk menerapkan seluruh teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan benar di kebun masing-masing.

Komitmen tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pelaksanaan Program SDM-PKS yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI, dan dilaksanakan oleh PT Koompasia Enviro Institute (KEI).

Selama enam hari, peserta mendapatkan pembelajaran intensif yang memadukan teori di kelas dengan praktik lapangan melalui kunjungan ke Verdant Bioscience PT Timbang Deli Indonesia di Kabupaten Deli Serdang.

Materi yang diberikan mencakup seluruh aspek budidaya kelapa sawit, mulai dari penggunaan benih unggul, persiapan lahan, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman dan penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Direktur Utama PT Koompasia Enviro Institute, Henry Marpaung, menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak diukur dari selesainya proses belajar di kelas ataupun diterimanya sertifikat oleh peserta. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika seluruh ilmu yang diperoleh diterapkan secara konsisten di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi komitmen seluruh peserta untuk menerapkan teknik budidaya kelapa sawit yang baik dan benar di kebun masing-masing. Komitmen ini merupakan modal utama dalam meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki kualitas pengelolaan kebun rakyat. Namun kami memahami bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam. Karena itu, PT Koompasia Enviro Institute akan terus hadir mendampingi para peserta setelah pelatihan selesai, memberikan konsultasi, berbagi solusi, dan memastikan praktik-praktik budidaya yang telah dipelajari benar-benar dapat diimplementasikan secara berkelanjutan,” ujar Henry Marpaung.

Henry menambahkan bahwa pendampingan pascapelatihan merupakan bagian penting dalam memastikan investasi pemerintah melalui Program SDM-PKS memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pekebun swadaya.

“Pelatihan adalah titik awal. Dampak sesungguhnya baru akan terlihat ketika terjadi perubahan di tingkat kebun. Karena itu, kami ingin memastikan peserta tidak berjalan sendiri. PT Koompasia Enviro Institute akan terus menjadi mitra belajar bagi para pekebun agar transformasi yang telah dimulai dapat terus berlanjut,” tambahnya.

Komitmen tersebut disambut positif oleh para peserta. Salah seorang peserta, Fauzan, mengaku pelatihan telah memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menerapkan standar budidaya yang benar dalam setiap tahapan pengelolaan kebun.

“Selama mengikuti pelatihan ini kami belajar banyak hal yang sebelumnya belum kami terapkan secara optimal. Mulai dari pemilihan benih, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan kebun yang lebih efisien. Saya berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang telah kami peroleh di kebun sendiri dan mengajak petani lain di sekitar kami agar bersama-sama meningkatkan cara budidaya kelapa sawit,” ujar Fauzan.

Semangat implementasi tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya perubahan di tingkat pekebun swadaya Aceh Singkil. Dengan menerapkan praktik budidaya yang sesuai standar, produktivitas kebun dapat meningkat, biaya produksi menjadi lebih efisien, dan kualitas hasil panen semakin baik sehingga mampu meningkatkan daya saing pekebun di tengah tantangan industri kelapa sawit yang terus berkembang.

Program SDM-PKS sendiri merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sektor perkebunan. Melalui kolaborasi antara BPDP, Ditjenbun, dan PT Koompasia Enviro Institute, program ini tidak hanya memberikan peningkatan kompetensi teknis, tetapi juga membangun budaya belajar berkelanjutan di kalangan pekebun swadaya.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, terbentuklah 90 pekebun dan pendamping pekebun yang tidak hanya memiliki pengetahuan baru, tetapi juga membawa komitmen untuk menjadi contoh penerapan budidaya kelapa sawit yang baik di wilayahnya masing-masing. Dukungan pendampingan yang akan terus dilakukan oleh PT Koompasia Enviro Institute diharapkan mampu menjaga semangat tersebut sehingga manfaat Program SDM-PKS dapat dirasakan secara nyata, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Singkil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini