OKKABUN 2026 INSTIPER Kenalkan Dunia Perkebunan dan Kehutanan kepada 823 Mahasiswa Baru

0

YOGYAKARTA — Sebanyak 823 mahasiswa baru Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta mulai diperkenalkan dengan dunia perkebunan, kehutanan, dan agroindustri sejak awal memasuki bangku perguruan tinggi. Melalui Orientasi Kenal Kampus dan Kebun (OKKABUN) 2026, mahasiswa tidak hanya diajak mengenal lingkungan kampus, tetapi juga melihat langsung praktik pengelolaan komoditas pertanian dan kehutanan.

OKKABUN mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 mengusung tema “Kenal Kampus dan Kenal Kebun”. Kegiatan berlangsung di Kampus INSTIPER Yogyakarta dan Sustainable Education and Agriculture Technology (SEAT) Ungaran, Jawa Tengah.

Berbeda dari orientasi mahasiswa pada umumnya, OKKABUN dirancang sebagai bagian dari proses awal pembentukan karakter sekaligus pengenalan terhadap dunia industri yang akan menjadi lingkungan kerja mahasiswa setelah lulus. Mahasiswa baru tidak hanya mendapatkan materi di ruang kelas, tetapi juga belajar melalui pengalaman langsung di lapangan.

Ketua Panitia OKKABUN 2026 yang juga Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan INSTIPER, Dr. Ir. Adi Ruswanto, MP., mengatakan pendekatan experiential learning menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan tersebut.

“Melalui metode pembelajaran langsung atau experiential learning di SEAT Ungaran, mahasiswa baru yang berasal dari 28 provinsi di Indonesia dapat mempelajari secara langsung berbagai komoditas perkebunan dan kehutanan serta hortikultura sebelum nantinya belajar teori di kelas,” kata Adi.

Menurut dia, pengalaman melihat dan mempraktikkan langsung objek yang nantinya dipelajari di bangku kuliah akan membantu mahasiswa memahami materi secara lebih konkret.

“Dengan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman secara langsung, mahasiswa lebih mudah memahami ilmu yang nantinya akan dipelajari di kuliah,” ujarnya.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng., mengatakan masa awal perkuliahan merupakan momentum penting untuk membangun karakter mahasiswa. Karena itu, OKKABUN tidak sekadar ditempatkan sebagai kegiatan penyambutan mahasiswa baru, melainkan bagian dari proses membentuk calon tenaga profesional di sektor perkebunan dan kehutanan.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal yang krusial untuk membentuk karakter mahasiswa agar siap menjadi pemimpin masa depan di industri perkebunan dan kehutanan,” ujar Harsawardana.

Di SEAT Ungaran, mahasiswa diperkenalkan dengan praktik pengelolaan kebun sekaligus perkembangan teknologi yang semakin banyak digunakan dalam industri. Di antaranya pemanfaatan drone, Internet of Things (IoT), serta interpretasi peta untuk mendukung pengelolaan hutan dan perkebunan.

Bagi INSTIPER, penguasaan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Karena itu, OKKABUN menjadi salah satu medium untuk menanamkan delapan nilai budaya INSTIPER, yakni Integrity, Nationality, Scientific, Trust, Influence, Professional, Excellence, dan Respect.

“Hal ini menjadi perhatian bagi kampus karena INSTIPER berkomitmen mencetak SDM unggul yang berkarakter,” kata Harsawardana.

Ia menegaskan, lulusan INSTIPER tidak cukup hanya menguasai teori dan keterampilan teknis.

“Lulusan INSTIPER harus memiliki best knowledge, best skill, dan best character,” ujarnya.

Menguji Fisik, Mental, dan Kreativitas

Proses pembentukan karakter dalam OKKABUN 2026 dilakukan melalui tiga tahapan, yakni Pra-OKKABUN, pelaksanaan OKKABUN, dan Pasca-OKKABUN. Ketiga tahapan tersebut dirancang sebagai proses pembiasaan agar nilai-nilai budaya INSTIPER tidak berhenti pada slogan, tetapi menjadi bagian dari perilaku mahasiswa.

Ada empat pilar yang menjadi dasar kegiatan, yakni fisik, mental, logical thinking, dan creativity.

Keempatnya diterjemahkan dalam berbagai aktivitas, mulai dari pelatihan kedisiplinan, jelajah alam sejauh lima kilometer melalui sustainable landscape observatorium track, hingga simulasi ketangkasan malam melalui edutrail.

Kegiatan juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan berkreasi. Salah satunya melalui kompetisi ilmiah Clash of Agro Champions, serta panggung kreativitas INSTIPER Talent dan Gebyar Talenta.

Rangkaian tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa dari berbagai daerah untuk membangun relasi dan solidaritas sejak awal memasuki kehidupan kampus.

Jumlah peserta yang mencapai 823 mahasiswa dan berasal dari 28 provinsi membuat OKKABUN juga menjadi ruang perjumpaan mahasiswa dengan latar belakang daerah yang beragam.

Alumni dan Jejak Lulusan

Penguatan wawasan mahasiswa baru juga dilakukan melalui sesi motivasi yang menghadirkan alumni INSTIPER. Salah satunya Ir. Totok, AS., Direktur Utama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) sekaligus alumni INSTIPER angkatan 1990.

Totok mengingatkan mahasiswa bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi bukan hanya mengenai capaian akademik, tetapi juga pembentukan mental, sikap, dan jaringan persaudaraan.

“Percayalah bahwa kegiatan OKKABUN ini akan melatih mental dan attitude Saudara yang sangat kalian perlukan saat nantinya memasuki dunia kerja,” katanya.

Menurut Totok, pengalaman menghadapi berbagai tantangan bersama sejak masa orientasi hingga menyelesaikan pendidikan akan membentuk solidaritas antarmahasiswa.

“Jadi hafalkan nama dan alamat teman-teman kalian karena mereka akan menjadi saudara kalian,” ujarnya.

Motivasi serupa disampaikan Ketua Pengurus YPKPY, yayasan yang menaungi INSTIPER Yogyakarta, Dr. Ir. Purwadi, MS. Ia memaparkan perjalanan INSTIPER dalam mencetak sumber daya manusia untuk sektor perkebunan dan kehutanan.

Menurut Purwadi, kiprah alumni menjadi salah satu indikator penting untuk melihat relevansi pendidikan INSTIPER dengan kebutuhan industri.

Ia menyebut sejumlah alumni INSTIPER telah menempati posisi strategis di perusahaan perkebunan, termasuk Rujito dan Arif Catur yang pernah menjadi Chief Operating Officer (COO) Astra Agro Lestari.

Purwadi juga menyoroti hubungan pendidikan dengan industri kehutanan. Perusahaan pulp and paper PT RAPP, misalnya, telah memberikan beasiswa ikatan dinas pada program Sarjana Hutan Tanaman Industri (SHTI) selama 16 tahun.

Jejak tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa kebutuhan industri terhadap SDM yang memiliki kompetensi di bidang perkebunan dan kehutanan tetap terbuka.

OKKABUN 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi pintu masuk bagi 823 mahasiswa baru untuk mengenal INSTIPER. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk memperkenalkan dunia yang akan mereka geluti sekaligus membangun kesadaran bahwa perkebunan, kehutanan, dan agroindustri membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan berpikir, kreativitas, dan karakter.

Dengan pendekatan belajar melalui pengalaman langsung, INSTIPER berupaya mendekatkan mahasiswa sejak dini dengan realitas sektor yang menjadi bidang keahliannya. Dari kampus dan kebun itulah proses pembentukan calon profesional perkebunan dan kehutanan dimulai.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini