
Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman memberangkatkan 153 truk bantuan logistik menuju Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat menggunakan KRI Surabaya (591).
Amran memastikan seluruh logistik dikirim sesuai kebutuhan di lapangan berdasarkan hasil koordinasi langsung dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ini sesuai hasil pembicaraan kami dengan kepala BNPB. Baru saja kami telepon, yang dibutuhkan semua ini yang kami kirim,” kata Amran melepas bantuan Kementan/Bapanas Peduli di Dermaga Kolinlamil Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12).
Bantuan ini meliputi minyak goreng, beras, kemudian obat-obatan, mie instan, abon, sosis, gula, biskuit, telur, air mineral, susu, selimut, pakaian, genset, terpal, kasur, garam, pakaian anak-anak, duster, celana pendek, kaos, handuk, sejadah, sarung, hingga mukena.
Amran menjelaskan, seluruh bantuan Kementan/Bapanas Peduli tahap dari tahap satu hingga tahap kedua telah diberangkatkan nilainya mencapai Rp 44 miliar.
Bantuan ini dihimpun dari pegawai Kementan, mitra strategis, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan berbagai pihak lain yang dengan tulus memberikan kontribusi kemanusiaan.
“(Bantuan berasal) dari pegawai Kementerian Pertanian kemudian mitra-mitra kita, tidak ada paksaan. Kami minta keikhlasannya, terutama pegawai,” kata Amran.
Selain itu, ada juga bantuan pemerintah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 1,2 triliun.
Bantuan ini terdiri dari program reguler, seperti distribusi pangan rutin, dan bantuan non-reguler yang merupakan permintaan langsung akibat dampak bencana, seperti kebutuhan minyak goreng dan beras.
“Itu baru saja Gubernur Aceh minta pasokan beras 10.000 ton satu kali 24 jam kami setujui. Kemudian Sumatera Utara juga minta tambahan pasokan beras 5.000 ton kami setujui,” sambung dia.
Amran menekankan bahwa pihaknya menyiapkan stok beras tiga kali lipat dari kebutuhan normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Saat ini, stok beras di Aceh tercatat 70.000 ton setelah dikurangi pengiriman 10.000 ton. Di Sumatera Utara, stok mencapai 29.000 ton, dengan tambahan pasokan sekitar 30.000 ton. Sedangkan di Sumatera Barat, stok berada di angka 7.000 ton.
“Jadi alhamdulillah beras kita lebih dari cukup. Sampai dengan hari ini itu 3,7 juta ton, dan itu terbesar sepanjang sejarah,” imbuh dia.
Sebagai informasi, Kapal TNI AL tersebut akan menempuh rute ke Sumatra Utara terlebih dahulu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Aceh, dan akhirnya berlabuh di Sumatra Barat.
Seluruh perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar enam hari sebelum bantuan didistribusikan lebih lanjut ke titik-titik yang telah ditentukan oleh BNPB dan pemerintah daerah setempat.





























