Banda Aceh – Peningkatan kapasitas petani sawit terus digalakkan. Sebanyak 86 petani dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit pada 4–8 Agustus 2025 di Grand Nanggroe Hotel.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit 2025, hasil kerja sama BPDP, Ditjen Perkebunan, dan IPB Training.
Acara dibuka pada Senin (4/8) oleh Mukhlis, S.P., M.A., Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh. Hadir pula Dr. M. Apuk Ismane dari BPPSDMP Kementan, serta Mula Putra, S.E., M.Sc. dari Ditjen Perkebunan.
“Bapak-Ibu sudah berkebun sawit, tapi apakah yang dilakukan sudah tepat? Pelatihan ini penting untuk menyegarkan kembali pengetahuan dan teknologi budidaya sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan,” ujar Dr. Ir. Haryadi, M.S., narasumber dari IPB Training.
Haryadi menekankan tiga kunci sukses kebun sawit: lokasi yang sesuai, bibit unggul bersertifikat, dan pengelolaan kebun yang baik—termasuk pemupukan serta pengendalian hama penyakit. Dengan pengelolaan tepat, petani diharapkan mencapai “7-TAS”: legalitas, kuantitas, kualitas, kontinuitas, keberlanjutan, keterlacakan, dan profitabilitas.
Apuk Ismane menambahkan, pelatihan ini mendukung misi Asta Cita Presiden RI, yaitu kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.

“IPB Training punya peran strategis mempersiapkan SDM pertanian yang berkualitas untuk menyukseskan program nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Mula dari Ditjen Perkebunan menyoroti rendahnya produktivitas kebun sawit rakyat, hanya sekitar 3,3 ton per hektare per tahun, padahal potensinya 5–6 ton.
“Lewat Perpres Nomor 132 Tahun 2024, pemerintah fokus meningkatkan produktivitas melalui beasiswa, pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan. Kami harap peserta menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Usai pembekalan di kelas, pada Kamis (7/8), peserta mengikuti kunjungan lapang ke PT Agro Sinergi Nusantara. Mereka belajar langsung proses budidaya dari pembibitan hingga pengolahan di pabrik kelapa sawit (PKS).
Tiga titik kunjungan meliputi kebun tanaman menghasilkan, area pembibitan, dan loading ramp PKS. Peserta mempraktikkan teknik panen, mengenali organisme pengganggu tanaman, menilai kualitas bibit, serta memahami proses sortasi buah sawit sesuai standar industri.
“Kami ingin peserta tidak hanya paham teori, tapi juga mampu menerapkan praktik terbaik di lapangan,” ujar fasilitator IPB Training.
Kunjungan ini disambut antusias. Banyak peserta mengaku baru pertama kali melihat pengelolaan kebun sawit skala industri. Diharapkan, pengalaman ini memperluas wawasan mereka dan mendorong penerapan budidaya berkelanjutan demi meningkatkan daya saing sawit rakyat.






























