Kualitas SDM Kunci Keberlanjutan Sawit

0
buruh sawit Indonesia
Buruh sawit. (Foto: Ist)

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Baginda Siagian menjelaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kunci utama dalam mengatasi tantangan produktivitas sawit, khususnya di kalangan petani rakyat.

“SDM menjadi salah satu utama, selain agro input. Kualitas SDM sangat penting untuk pembangunan kelapa sawit. Kita ingin tata kelolanya semakin baik,” kata Baginda di Jakarta.

Dengan SDM yang lebih berkualitas, lanjutnya, produktivitas yang saat ini sekitar 3–3,5 ton per hektare per tahun setara minyak sawit mentah dapat ditingkatkan menjadi 5–6 ton, sehingga kebutuhan pangan, industri hilir, dan bioenergi dapat terpenuhi dengan lebih baik.

“Hanya saja, tahapan tahapan ini harus ditempuh, salah satunya meningkatkan kualitas SDM,” tegas Baginda.

Ia menjelaskan, Kementan telah bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) melalui berbagai jalur, seperti pendidikan formal, program beasiswa, dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas SDM sawit.

Setiap program memiliki aturan dan ketentuan yang harus dipenuhi. Misalnya, beasiswa ditujukan bagi anak pekebun atau pihak yang berhubungan dengan kelapa sawit, termasuk penyuluh hingga ASN yang terkait. 

Sedangkan pelatihan diperuntukkan bagi kelompok pekebun, koperasi, atau lembaga pekebun dengan materi teknis seperti budidaya, panen, pasca panen, manajemen, serta kewirausahaan.

“Upaya-upaya inilah kami berharap ke depan harus berlangsung terus baik yang dikerjasamakan dengan instansi misalnya dengan LPP Agro Nusantara,” ujarnya

Menurut Baginda, peningkatan kualitas SDM memerlukan lembaga yang berkualitas dan mampu memberikan perubahan nyata bagi peserta pelatihan dan pendidikan. Hal ini penting agar petani semakin sejahtera dan keberlanjutan kelapa sawit tetap terjaga.

Baginda menambahkan, pelatihan relatif mudah dilakukan, namun pendidikan formal sedikit lebih kompleks karena mencakup jenjang D1, D2, D4 hingga S1.

Tahun ini, dari 20.800 lulusan SLTA yang mendaftar, sebanyak 4.000 mahasiswa baru memperoleh beasiswa penuh dari BPDP, yang tersebar di 41 perguruan tinggi mulai dari Aceh hingga Papua.

“Itu menjadi bakal pejuang sawit baru dengan keterampilan tinggi. Mereka tidak hanya memperoleh gelar formal tapi mendapat ijazah kompetensi dan ini menjadi modal untuk berjuang di sawit,” katanya.

“Jadi, proses ini kami lalukan dengan BPDP dan lembaga-lembaga pendidikan seperti LPP Agro dan ini menjadi legacy baik Dirjenbun, BPDP maupun lembaga pendidikan,” imbuhnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini