BPDP Ingin UMKM Sawit Kaya Bersama BPDP

0
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah (berbaju hijau) berfoto bersama dengan awak media saat Field Trip Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit ke pabrik PT Ratu Bio Indonesia di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, (24/10).

Kalau generasi milenial ingin sukses bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ingin UMK/UMKM sawit sukses dan berkembang bersama BPDP.

Begitu disampaikan Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, saat Field Trip Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit ke pabrik PT Ratu Bio Indonesia di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, (24/10).

“Kalau milenial itu ka sekarang kaya bersama Purbayar. Sebenarnya kita juga pengen mengadopsiUKM-UKM sawit, UKM-UKM ini kaya bersama BPDP. Dan itu sudah ada buktinya,” ujar Helmi.

Salah satu contohnya datang dari seorang alumni binaan BPDP yang sebelumnya telah memiliki usaha batik. Awalnya, pelaku usaha tersebut menggunakan bahan malam konvensional dalam proses produksi batiknya. Setelah mendapat pendampingan dari BPDP, dia beralih menggunakan malam batik berbasis sawit.

“Sebelum menggunakan bahan dari sawit, omzetnya sekitar Rp500 juta per tahun. Setelah beralih ke batik sawit dan mengembangkan produk seperti tas, omzetnya naik menjadi di atas Rp1 miliar per tahun,” ungkap Helmi.

Tak hanya dari sisi omzet, peningkatan juga terjadi pada penyerapan tenaga kerja. Usaha tersebut awalnya hanya mempekerjakan 15 orang, kini telah berkembang menjadi 65 pekerja, sebagian besar merupakan ibu-ibu di daerah sekitar Bandara Yogyakarta.

“Kita melihat dampaknya luar biasa. Dari 15 jadi 65 orang. Jadi ada pemberdayaan perempuan dan kontribusi ekonomi yang nyata,” tambah dia.

Helmi menjelaskan, BPDP ingin memperbanyak kisah sukses seperti ini, meskipun diakuinya tidak mudah. Karena itu, BPDP mulai menggandeng berbagai asosiasi besar dan organisasi masyarakat untuk memperkuat promosi dan kolaborasi.

“Selama ini promosi UKM/UMKM sawit masih sebatas teori. Kita ingin lebih dari itu, agar masyarakat bisa melihat dan merasakan langsung manfaat sawit,” jelas dia.

Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Acara Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit, Qayyum Amri menjelaskan, field trip ini merupakan rangkaian dari Workshop Jurnalis Promosi UMKM Sawit yang digelar di Serpong, Banten, Kamis (23/10).

Qayyum menuturkan, tujuan kegiatan ini antara lain adalah memperkenalkan produk UKM berbasis sawit kepada para jurnalis dan masyarakat lebih luas, karena selama ini sawit dikenal hanya sebatas minyak goreng.

“Padahal, ada sekitar 32 jenis produk UKM berbasis sawit, mulai dari batik, skincare, kosmetik, aromaterapi, lilin, kopi, cokelat, keripik, hingga mie sawit merah,” ujar Qayyum.

Sebagai penutup, dia menegaskan, sawit bukan hanya milik korporasi, tapi juga milik semua pihak. Dengan memperluas pemberitaan positif, stigma negatif terhadap sawit bisa dikurangi, apalagi 40 persen lahan sawit saat ini dikelola oleh petani kecil.

(Supianto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini