Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman kembali menegaskan bahwa kartu tanda penduduk (KTP) sudah cukup menjadi syarat bagi petani untuk menebus pupuk bersubsidi.
Penegasan itu disampaikan Amran setelah mengumumkan adanya 136 pengecer dan distributor yang masih mempersulit petani. Temuan ini berasal dari laporan masyarakat melalui kanal pengaduan “Lapor Pak Mentan Amran” di nomor 0823 1110 9390.
Amran meminta para pengecer dan distributor di seluruh Indonesia tidak lagi mewajibkan kartu tani atau syarat tambahan lain untuk menebus pupuk subsidi.
“Kemudian para pengecer dan distributor seluruh Indonesia, jangan mempersulit petani. Masih ada yang melaporkan 136 wajib masih menggunakan kartu tani,” kata Amran di Jakarta, Jumat (21/11). “ Tidak diwajibkan lagi kartu tani, KTP saja cukup.”Â
Amran kembali mengingatkan, pemerintah telah menjamin ketersediaan pupuk, sehingga tidak seharusnya petani menghadapi kesulitan di lapangan, terlebih menjelang musim tanam.
“Tolong sekali lagi, jangan persulit petani. Ini menghadapi musim tanam. Dan ketersediaan pupuk dijamin,” ujar Amran.
Pada kanal yang sama, Amran juga mendapatkan laporan ada 115 pengecer dan distributor yang masih menjual pupuk subsidi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Atas temuan tersebut, Amran, yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional itu langsung memerintahkan Pupuk Indonesia untuk segera bertindak dengan cara  mencabut izin usaha mereka.
“Banyak isu yang masuk, tetapi prioritas utama kami adalah pelanggaran HET. Dalam satu minggu ini masih ada 115 distributor yang menjual di atas HET, dan hari ini juga kami minta Pupuk Indonesia segera tindak, cabut izinnya,” tegas Amran.
Untuk diketahui, pada 22 Oktober 2025, Pemerintah melalui Amran telah mengumumkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan HET Pupuk subsidi sebesar 20 persen.
Penurunan harga ini sesuai Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025 tanggal 22 Oktober 2025 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 800/KPTS./SR.310/M/09/2025 tentang Jenis, HET dan Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2025.
Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani, mulai dari urea, NPK, NPK kakao, ZA khusus tebu, hingga pupuk organik.
- Pupuk Urea            : Rp 1.800/kg atau Rp 90.000 per sak kemasan 50 kg
- Pupuk NPK Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â : Rp 1.840/kg atau Rp 92.000 per sak kemasan 50 kg
- Pupuk NPK untuk Kakao   : Rp 2.640/kg atau Rp 132.000 per sak kemasan 50 kg
- Pupuk ZA Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â Â : Rp 1.360/kg atau Rp 68.000 per sak kemasan 50 kg
- Pupuk Organik          : Rp 640/kg atau Rp 25.600 per sak kemasan 40 kg





























