
Direktur Umum Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, stok beras Bulog di daerah yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat cuku banyak.
Demikian disampaikan Rizal saat dijumpai pada kegiatan Penjualan Pangan Murah bagi Komunitas Ojek Online’ yaitu Gojek dan Grab di Gudang Bulog Sangiang Periuk, Kota Tangerang, Kamis (18/12).
Sebagai gambaran, stok beras Bulog di Aceh saat ini sekitar 82.000 ton. Begitu juga di Sumatra Utara, stok beras Bulog sekitar 27.000 ton.
“Jadi tidak perlu bimbang dan ragu untuk masyarakat yang ada di Aceh. Cukup menggunakan beras-beras yang ada di gudang-gudang Bulog yang di sana. Termasuk juga yang di Sumatera Utara. Sumatera Utara itu ada 27.000 ton,” kata dia.
Sementara untuk wilayah Padang, Sumatra Barat, Rizal mengakui stok beras Bulog saat ini hanya sekitar 5.000 ton. Karena itu, Bulog akan menebalkan stok hingga mencapai 25.000 ton.
“Kami akan kirim sekitar 20.000 ton ke Padang untuk meng-cover supaya Padang juga punya stok yang cukup menghadapi bencana ini,” ujar dia.
Rizal menilai penanganan dampak bencana tidak akan berlangsung singkat sehingga ketersediaan stok beras dalam jumlah besar menjadi sangat penting.
“Saya lihat penanganan bencana ini tidak sebentar. Bisa mungkin bertahun-tahun ini saya lihat. Jadi perlu stok yang cukup banyak,” ujar Rizal.
Produksi Beras Terdongkrak
Meski saat ini sejumlah lahan sawah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terdampak longsor, dia mayakini produksi beras ke depan akan semakin meningkat.
“Kami ngikutin aja perkembangan situasi, tapi kalau berdasarkan pelaporan dari Kementerian Pertanian (Kementan), hasil produksi beras ke depan ini akan semakin meningkat,” kata dia.
Rizal menjelaskan, peningkatan produksi tersebut didorong oleh harga pupuk yang semakin terjangkau serta bertambahnya luas lahan pertanian melalui program cetak sawah.
“Karena apa? Dampak dari harga pupuk murah. Kemudian luas lahan semakin banyak karena sudah banyak yang cetak sawah,” tutur dia.
Rizal mengatakan, luas lahan sawa yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut hanya 70.000 hektare. Angka ini, menurut dia, masih sangat kecil dibandingkan.
Luas lahan sawah yang terdampak banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut hanya sekitar 70.000 hektare. Angka ini, kata Rizal, masih sangat kecil jika dibandingkan dengan total lahan sawah yang masih beroperasi.
“Itu kalau dibandingkan dengan luas lahan yang sedang masih operasional, masih cukup besar yang operasional. Nggak sampai seper-sepuluhnya. Jadi, nggak ada masalah sebetulnya,” imbuh dia.





























