
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meyakini harga beras akan kembali normal dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan seiring dengan dikucurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Bansos beras.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri peluncuran penyebaran beras SPHP di Kantor Pos Fatmawati, Jakarta Selatan, Jumat (18/7).
Ia menyebut pemerintah telah sepakat melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) untuk menggelontorkan total 1,5 juta ton beras ke pasar.
“Sebanyak 360 ribu ton untuk bansos dan 1,3 juta ton beras SPHP. Seluruh Indonesia bergerak serentak. Kami yakin dalam satu hingga dua minggu ke depan harga beras akan turun,” ujar Mentan Amran.
Ia juga mengapresiasi langkah beberapa perusahaan beras besar yang telah meminta para distributornya menurunkan harga hingga Rp 1.000 per 5 kilogram.
“Kami ucapkan terima kasih. Tapi kami mohon perusahaan lain di seluruh Indonesia ikut serta agar masyarakat bisa mendapatkan harga beras yang lebih terjangkau, terutama saat produksi sedang meningkat,” lanjutnya.
Mentan Amran juga menegaskan tidak ada praktik oplosan dalam program ini. Ia menjamin kualitas dan spesifikasi beras SPHP sesuai standar.
“Oh, kalau oplosan nggak berani. Ini semua pelat merah, Bapak Presiden yang perintahkan. Aku saja nggak berani. Jadi, nggak ada yang berani main-main,” tegas Mentan Amran.
Bulog Perketat Distribusi SPHP
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa distribusi beras SPHP kini dilakukan lebih ketat. Ada tiga jalur utama penyaluran beras SPHP, yaitu pengecer di pasar, koperasi Merah Putih di desa-desa, dan gerakan pasar murah yang dilakukan instansi pemerintah, termasuk TNI dan Polri.
Setiap pengecer yang ingin menyalurkan beras SPHP harus mendaftar lewat aplikasi Klik SPHP. Mereka wajib melampirkan KTP dan surat izin usaha, yang kemudian akan diverifikasi oleh dinas terkait di daerah.
“Setelah lolos verifikasi dan di-approve, pengecer baru bisa memesan maksimal 2 ton per transaksi,” ujar Ahmad Rizal.
Saat beras datang, lanjut Ahmad Rizal, tim dari Bulog akan mengecek langsung dan pengecer wajib menandatangani surat pernyataan tidak akan menyelewengkan beras SPHP yang dijajakan.
“Karena apa? Beras itu hanya untuk masyarakat menengah ke bawah dengan harapan, bukan harapan wajib dijual maksimal 2 pack, satu packnya 5 kilogram. Jadi maksimalnya 10 kilo kalau 2 pack dengan harga per packingnya wilayah zona 1 itu 62.500 per kilogram,” imbuhnya.





























