Mentan Amran Nilai Target Serapan Bulog 4 Juta Ton Kecil

0
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di sebelah kiri.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers setelah melakukan Rapat Serap Gabah 2026, yang digelar di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (12/1).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menilai target Perum Bulog menyerap 4 juta ton beras pada tahun ini relatif kecil jika dibandingkan dengan produksi beras nasional yang mencapai 34 juta ton.

“Oh enggak besar, produksi kita 34 juta. Kecil itu, 4 juta itu cuma ya 10 persen. 11 lah (dari total produksi), kecil,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (12/1).

Amran menjelaskan, luas tanam pada periode Oktober hingga Desember 2025 mencapai sekitar 500.000 hektare. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dengan peningkatan luas tanam tersebut, tokoh dari Sulawesi Selatan itu optimistis produksi beras nasional pada tahun ini akan lebih baik, sepanjang tidak terjadi bencana atau gangguan besar.

“Artinya Insyaallah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan lebih besar daripada tahun lalu,” ujar Amran.

Terkait kebijakan harga, Amran menegaskan penyerapan gabah tetap menggunakan skema any quality dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 6.500 per kilogram. 

“Masih sementara HPP sekarang,” kata dia.

Amran juga menjelaskan kebijakan pembelian gabah dengan skema any quality dinilai memberikan manfaat ekonomi bagi petani hingga Rp 132 triliun.

“Untungnya rakyat petani karena kenaikan any quality dan kenaikan harga, Rp 132 triliun,” imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan kebijakan any quality mengacu pada Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025.

“Jadi sesuai arahan Bapak Presiden dalam Inpres-nya adalah dalam penyerapan Bulog itu any quality,” tutur Rizal saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Minggu (11/1).

Namun demikian, Bulog memberikan catatan agar kualitas gabah yang diserap tetap terjaga. Rizal menegaskan gabah yang diserap harus berasal dari padi yang telah memasuki usia panen sehingga benar-benar matang.

Menurut dia, gabah yang dipanen dalam kondisi matang akan menghasilkan beras dengan kualitas lebih baik, pulen, kuat, dan tidak mudah pecah saat diolah.

“Nanti kami tambahkan any quality dengan catatan gabah yang dipanen, padi yang dipanen adalah masuk dalam usia panen. Sehingga yang dipanen betul-betul matang,” imbuh Rizal.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini