
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, kenaikan produktivitas beras membuat banyak negara datang ke Indonesia, termasuk negara-negara yang selama ini tidak pernah berkunjung.
Hal itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Pelantikan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Periode 2022–2026 di Hotel Claro, Makassar, Jumat (14/11).
“Selama Republik ini berdiri, Menteri Pertanian Jepang tidak pernah ke Indonesia, kecuali pada saat Kementerian dipimpin putra Unhas,” ujar Amran.
Dia menambahkan, bukan hanya Jepang. Negara seperti Chile, Kanada, Belarus, dan Rusia, yang sebelumnya juga tidak pernah berkunjung, ikut datang. “Dua minggu ada enam Menteri Pertanian negara lain datang,” ujar Amran.
Menurut dia, kedatangan para menteri pertanian dari berbagai negara itu bukan sekadar kunjungan kehormatan. Mereka penasaran dengan langkah yang ditempuh Indonesia hingga mampu mencapai swasembada.
“Belarus, Rusia, sampai Jepang bertanya, ‘apa yang dilakukan Indonesia sehingga bisa mencapai self-sufficiency,'” ujar Amran.
“Aku cuma katakan ada bibit baru, Inpari, yang bisa menyesuaikan di air asin. Mereka langsung mengangguk. Padahal ini barang lama. Tapi apa pun yang kita cerita, kalau ada fakta, itu membuat alam ini mengangguk,” lanjut dia.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia tahun ini diprediksi mencapai 34,77 juta ton, atau naik 4,15 juta ton (13,59 persen) dibandingkan tahun sebelumnya.
Angka ini melampaui seluruh proyeksi internasional, termasuk perkiraan Food and Agriculture Organization (FAO) dan United States Department of Agriculture (USDA).
FAO sebelumnya memperkirakan produksi beras Indonesia pada musim tanam 2025/2026 berada di angka 35,6 juta ton, sementara USDA memprediksi 34,6 juta ton, atau meningkat 4,8 persen dari tahun lalu.




























