Mentan Amran Gandeng Saka Taruna Bumi Tanam Pohon Bernilai Tinggi

0
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman saat menghadiri Pelantikan Majelis Pembimbing (MABI) dan Pimpinan Satuan Karya (PINSAKA) Saka Tarunabumi Tingkat Nasional di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/2).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman bersama Satuan karya Pramuka (Saka)Taruna Bumi akan melakukan penanaman pohon serentak pada Hari Pramuka sebagai bagian dari penguatan swasembada dan kedaulatan pangan nasional.

Hal itu disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Pelantikan Majelis Pembimbing (MABI) dan Pimpinan Satuan Karya (PINSAKA) Saka Tarunabumi Tingkat Nasional di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (13/2).

Amran menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso dan seluruh jajaran pengurus. Dia menegaskan komitmen bersama untuk memajukan Indonesia melalui gerakan Pramuka.

“Insyaallah ke depan, mimpi kita tanam pohon saja di Hari Pramuka tanggal 14 Agustus. Kalau 25 juta (anggota pramuka) dikali 10 saja pohon, itu 250 juta pohon,” ujar Amran.

Dia menyebut, jika gerakan ini dilakukan secara konsisten selama 10 tahun, dampaknya akan menggemparkan dunia. Sebab, pohon yang ditanam diarahkan pada jenis dengan permintaan tinggi seperti kelapa, mente, kakao, kopi, durian, hingga cabai.

“Bayangkan kalau ini dilakukan 10 tahun, itu akan menggemparkan dunia. Pohon apa saja yang demand-nya tinggi. Kelapa nomor satu, mente, kakao, kopi, durian, kemudian cabe di rumah supaya tidak terjadi inflasi,” kata dia.

Sebagai contoh, Amran menyebut harga cabai di Gorontalo relatif stabil karena hampir setiap rumah menanam sendiri sehingga ketergantungan pada pasar menjadi rendah.

“Nah, kalau gerakan ini 25 juta, kita berdayakan, ini bisa merubah peta pangan dunia dan Indonesia menjadi pemimpinnya, pemimpin pangan dunia,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program swasembada pangan menuju ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Menurut dia, Pramuka akan menghidupkan kembali semangat swasembada pangan melalui gerakan penanaman pohon serentak pada Hari Pramuka pada 14 Agustus 2026.

“Di antaranya adalah tadi disampaikan Pak Menteri ya, bahwa kita akan melakukan penanaman serentak pohon di Hari Pramuka akan datang,” kata Buwas, sapaan akrab Budi Waseso.

Kemudian, dalam waktu dekat ini akan ada perhelatan Jambore Himpunan Kerukunan Tani Indonesia dan Nelayan di Cibubur, yang rencananya akan dihadiri 30 sampai 50 ribu peserta. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyemangati generasi muda dalam mendukung program pemerintah mewujudkan swasembada dan kedaulatan pangan.

“Nah ini sudah dilakukan secara bertahap, dan itu akan ditindaklanjuti dengan kegiatan Jambore Nasional yang akan dilaksanakan 13 Agustus nanti. Itu juga temanya adalah kita mewujudkan swasembada pangan secara nasional,” ujar dia.

Buwas menambahkan, Pramuka juga berkomitmen membangun generasi muda menjadi petani milenial yang produktif dan berdaya saing. Selama ini, kata dia, profesi petani kerap dipersepsikan sebagai pekerjaan tradisional dan kurang produktif.

Karena itu, Pramuka mendorong lahirnya generasi petani muda yang mampu memanfaatkan teknologi dan menerapkan ilmu pertanian secara tepat agar hasil produksi lebih maksimal.

“Maka ini yang kita bangun adalah generasi-generasi muda petani milenial. Yang nanti kita bisa mengolah dengan teknologi, dengan ilmu pertanian yang benar, sehingga mau tidak mau hasilnya akan maksimal,” imbuh dia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menyatakan, penguatan Saka Taruna Bumi menjadi bagian dari strategi pembangunan SDM pertanian yang terarah dan terukur. 

“Pembinaan tidak hanya menguatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, semangat gotong royong, integritas, dan kepemimpinan sebagai fondasi menghadapi pertanian modern,” ujar dia.

Idha menegaskan, integrasi pembinaan kepramukaan dengan program pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan pertanian akan mempercepat lahirnya petani muda profesional yang siap berkontribusi langsung dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Melalui kolaborasi Kementan dan Gerakan Pramuka, pemerintah optimistis upaya swasembada pangan, penguatan hilirisasi, dan percepatan Indonesia Emas dapat dicapai lebih cepat dengan dukungan generasi muda yang bergerak nyata dari lapangan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini