Mentan Amran Kebut Implementasi Metode Tanam PM AAS untuk Dongkrak Produktivitas Padi

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan Keterangan Pers terkait Rakor Pengembangan PM-AAS di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Dok: Supianto/Majalah Hortus

Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi intensifikasi lahan sawah melalui penerapan metode Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM AAS). Dari hasil uji coba, metode tersebut mampu meningkatkan produktivitas padi hingga 9–12 ton per hektare.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan penerapan metode tersebut menjadi fokus dalam rapat bersama kepala dinas pertanian dan direktur wilayah penyuluh pertanian lapangan (PPL) dari seluruh Indonesia.

“Hari ini kami kumpulkan kepala dinas, kemudian direktur wilayah PPL se-Indonesia. Tujuannya adalah kita melakukan akselerasi dengan intensifikasi. Sistem intensifikasi kita akselerasi, yaitu pertanian modern sekarang kemudian kesejahteraan petani. Jadi pertanian modern menjadikan petani sejahtera,” kata Amran di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (9/6).

Menurut Mentan Amran, metode PM AAS telah diuji coba di lahan seluas sekitar 1.600 hektare selama dua tahun. Hasilnya menunjukkan produktivitas padi mencapai 9-12 ton per hektare, jauh di atas rata-rata produktivitas nasional yang saat ini sekitar 5,5 ton per hektare.

“Produksinya 10 ton bahkan ada 12 ton. Minimal 9 ton. Nah, kita mencoba daerah-daerah irigasi kita tanami metode ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, apabila metode tersebut diterapkan di lahan irigasi seluas 1 juta hektare, dengan tambahan produktivitas sekitar 3 ton per hektare dan intensitas tanam tiga kali setahun, maka potensi tambahan produksi gabah dapat mencapai 9 juta ton. Dengan rendemen beras sekitar 55 persen, tambahan produksi beras diperkirakan mencapai 5 juta ton.

Selain meningkatkan produksi, Mentan Amran menegaskan metode PM AAS dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia menyebut pendapatan bersih petani yang sebelumnya sekitar Rp 5 juta per bulan berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp 16,3 juta per bulan apabila metode tersebut diterapkan secara optimal.

“Pendekatannya adalah kesejahteraan. Transformasi pertanian modern satu sasaran, yaitu dengan memperhatikan kesejahteraan petani,” katanya.

Mentan Amran juga menyinggung sejumlah indikator sektor pertanian yang disebut terus membaik, seperti peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian.

Gabungan Metode Arkansas dan Jajar Legowo

Mentan Amran menjelaskan PM AAS merupakan metode budidaya yang menggabungkan sistem Arkansas dengan pola tanam Jajar Legowo. Menurutnya, sistem tersebut meningkatkan populasi tanaman dari sekitar 320 ribu-360 ribu batang per hektare menjadi sekitar 1 juta batang per hektare.

Selain itu, metode tersebut menerapkan direct seeding atau tanam benih langsung sehingga petani tidak lagi melalui proses persemaian dan pindah tanam yang membutuhkan banyak tenaga kerja.

“Biayanya memang naik dari sekitar Rp 13 juta menjadi Rp 15 juta per hektare. Tetapi pendapatannya juga meningkat signifikan,” ujarnya.

Fokus di Lahan Irigasi

Kementerian Pertanian menargetkan penerapan metode PM AAS di 1 juta hektare lahan hingga tahun depan dengan prioritas pada lahan sawah beririgasi.

Mentan Amran mengatakan Indonesia memiliki sekitar 4 juta hektare lahan sawah irigasi dan lebih dari 3 juta hektare lahan tadah hujan atau upland. Optimalisasi lahan irigasi dinilai mampu memberikan dampak paling besar terhadap peningkatan produksi pangan nasional.

Ia juga mengutip proyeksi FAO yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton.

Menurut Mentan Amran, apabila produktivitas padi terus meningkat, pemerintah akan mendorong diversifikasi pola tanam setelah panen padi, seperti menanam kedelai, bawang putih, atau cabai.

“Kalau nanti produksinya terlalu tinggi, caranya adalah padi-padi langsung kedelai. Atau padi-padi sebagian bawang putih, padi-padi cabai. Yang penting dulu metode ini jalan,” katanya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini