Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan menegaskan semua utang dan kredit petani yang terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh akan dihapus.
“Ya, kan bencana alam. Bencana alam itu tentu semua yang utang-piutang, pinjaman hapus ya. Karena bencana alam,” kata dia saat ditemui di Hotel Raffles Jakarta, Senin (8/12).
Bekas Menteri Kehutanan Indonesia 2009–2014 itu tidak merinci total nilai Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani yang akan dihapus. Menurutnya, jumlahnya masih dalam proses pendataan.
“Belum, nanti kan didata,” ujar dia.
Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, menambahkan, perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor pertanian sangat besar. Karena itu, infrastruktur pertanian termasuk irigasi dan bendungan yang rusak akan diperbaiki.
“Presiden begitu besar perhatiannya terhadap pertanian. Bila berkunjung ke bendungan, irigasi, sawah dan itu disampaikan duluan bahwa irigasi akan diperbaiki, bendungan akan diperbaiki, dan KUR-KUR pertanian semua akan dibebaskan,” kata dia.
Sebelumnya, saat meninjau kondisi Jembatan Bailey Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh, Minggu (7/12), Prabowo berjanji akan merehabilitasi sawah-sawah yang rusak akibat banjir dan longsor serta menghapus utang petani yang terdampak.
Prabowo mengatakan telah menerima laporan mengenai kerusakan sawah di daerah terdampak. Karena itu, ia meminta para petani tidak perlu khawatir, sebab pemerintah sudah menyiapkan rehabilitasi sawah yang rusak.
“Kemudian sawah-sawah yang rusak akan kita rehabilitasi. Dan sudah di laporkan ke saya, petani-petani nggak usah khawatir. Kalau sawahnya rusak, kita akan bantu perbaiki,” ujar Prabowo.
Selain pemulihan lahan, orang nomor satu di Indonesia itu juga memastikan beban utang petani akan dihapus, mengingat situasi bencana alam yang bersifat memaksa.
“Kemudian utang-utang KUR, karena ini keadaan alam ya, akan dihapus. Petani enggak usah khawatir. Karena ini bukan kelalaian tapi keadaan memaksa, force majeure,” kata dia.






























