
Program studi tour yang digagas Perum Bulog menjadi cara baru menunjukkan melimpahnya stok beras nasional sekaligus membuka ruang transparansi kepada publik. Melalui kegiatan ini, pelajar diajak melihat langsung kondisi gudang yang kini terisi penuh oleh hasil produksi petani.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan pihaknya sengaja membuka akses tersebut agar masyarakat dapat memastikan langsung kondisi cadangan beras pemerintah. Tidak hanya gudang milik Bulog, tetapi juga gudang swasta yang disewa, seluruhnya dalam kondisi terisi.
“Rekan-rekan media di seluruh tanah air boleh mengecek ke seluruh gudang-gudang bulog yang ada di seluruh tanah air. Baik yang gudang milik Bulog maupun gudang swasta, monggo,” ujarnya saat mendampingi Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melihat Gudang Filial Bulog, Karawang, Kamis (23/4).
Ia menjelaskan, program studi tour bagi pelajar sudah mulai dijalankan sejak pekan lalu dan akan terus digilir. Kegiatan ini dibuka hampir setiap hari sebagai bagian dari edukasi pangan, kecuali pada hari libur tertentu.
Menurutnya, langkah ini penting agar generasi muda memahami kondisi ketahanan pangan nasional secara langsung. Dengan melihat sendiri gudang yang penuh, pelajar diharapkan mendapat gambaran nyata bahwa produksi beras dalam negeri tengah berada dalam kondisi kuat.
Selain itu, keterlibatan pelajar juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan publik. Bulog ingin memastikan bahwa informasi terkait stok beras tidak hanya menjadi klaim, tetapi dapat dibuktikan secara terbuka.
“Ini menunjukkan bahwa negara kita benar-benar dalam kondisi swasembada pangan, bukan rekayasa. Semua bisa dicek langsung di lapangan,” katanya.
Dalam kunjungan yang dihadiri para pengamat pertanian ini, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman juga mengumumkan bahwa stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) per Kamis (23/4) pukul 08.55 WIB mencapai sekitar 5.000.198 ton.
“Hari ini kita umumkan beras 5.000.198 ton. Itu berkat kerja keras kita semua. Kita berada di gudang ini, gudang ini disewa (dari swasta),” ujarnya.
Tokoh dari Sulawesi Selatan itu menjelaskan, melimpahnya stok beras pemerintah membuat Perum Bulog harus menyewa gudang dari pihak swasta dengan kapasitas 2 juta ton.
Adapun secara keseluruhan total kapasitas gudang Bulog di seluruh Indonesia hanya mencapai 3 juta ton.
“Kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, sekarang sudah kita sewa 2 juta ton dan sekarang sudah penuh. Tinggal 800 dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya,” ujarnya.
Nah, untuk JDP Karawang1 LogisticPark gudang yang disewa Bulog kapasitasnya mencapai 102.000 ton dan sudah terisi mencapai 80 ribu ton. Beras-beras yang ada di gudang tersebut berasal dari hasil panen petani yang ada di Karawang.
Reporter: Supianto





























