Sudaryono Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPN HKTI

0
Sudaryono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pinpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukuran Tani Indonesia (HKTI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 tahun 2025 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/6).

Sudaryono resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Pinpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 tahun 2025 di Auditorium Kementerian Pertanian (Kementan), Rabu (25/6).

Pemilihan dilakukan setelah rangkaian sidang Munas yang berlangsung selama tiga hari. Dalam sesi pemilihan Ketua Umum, Sudaryono menerima amanah dari para peserta Munas secara bulat tanpa adanya calon lain yang diajukan.

“Berdasarkan hasil sidang Munas ke-10 tahun 2025 yang telah berlangsung selama tiga hari ini, dan dalam pemilihan Ketua Umum yang dilaksanakan hari ini, saya mendapatkan amanah dan pertanyaan: ‘Apakah Saudara bersedia untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia periode 2025–2030?’,” ujar Sudaryono dalam sambutannya usai terpilih.

“Maka saya jawab: saya sangat bersedia. Saya sangat semangat, saya sangat passion untuk bisa bersama-sama dengan saudara-saudara semuanya. Kita bersinergi, bergandengan tangan, dan bekerja bersama-sama,” lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk kembali aktif dan solid demi memajukan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Yang tadinya kurang begitu aktif, ayo kita aktif kembali. Yang tadinya sangat aktif, ayo ditambah keaktifannya. Yang tadinya ada kawan yang barangkali cuek acuh terhadap kita, mari kita ajak bersama-sama membangun pertanian dan pangan di Indonesia,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono yang juga Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) membagikan motto pribadinya yang telah ia gaungkan sejak tahun lalu.

“Kalau boleh saya tambahkan, saya punya motto. Saya sudah gaungkan ini sejak tahun lalu. Ada yang dari Jawa Tengah di sini? Motto saya dalam bahasa Jawa: Masdar Ora Keset. Coba yang dari Jawa Tengah berdiri, artinya apa? Ya, artinya Masdar Tidak Malas,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia kemudian menegaskan kembali arti motto tersebut kepada seluruh peserta Munas dari berbagai daerah.

“Maka saya nyatakan di hadapan Bapak-Ibu sekalian: Saya, Sudaryono, tidak malas. Saya siap terjun ke lapangan, siap memenuhi undangan dari saudara-saudara semuanya. Siap hadir di manapun HKTI membutuhkan. Siap untuk melantik, siap membina, dan siap memberikan segalanya bagi HKTI,” tegasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini