Mentan Amran Paparkan Dampak Pelemahan Rupiah di Sektor Pertanian

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers di Jakarta, Selasa (19/5).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai dampak pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat ramai diperbincangkan.

Ia mengatakan pelemahan rupiah memberikan dampak pada sejumlah komoditas pangan yang selama ini masih bergantung pada impor dari luar negeri. Di sisi lain, kondisi tersebut juga dinilai memberikan dampak positif karena meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian.

“Yang dimaksud Bapak Presiden tentu itu ada pengaruhnya katakanlah bawang putih ada pengaruhnya ya, tetapi berapa komoditas kita ekspor komoditas pertanian diekspor,” kata  Mentan Amran dalam konferensi pers di Kalibata 10, Jakarta Selatan, Selasa (19/5).

Ia mengungkapkan bahwa sebagian pelaku usaha perkebunan pernah menanyakan kepadanya kapan krisis kembali terjadi, karena pada saat krisis nilai tukar justru meningkatkan nilai ekspor mereka.

“Bahkan sebagian banyak sebagian orang. Ini sebagian perkebunan pernah bertanya ke saya kapan krisis? karena ini nilainya naik kan, ekspor ini,” ujarnya.

Menurut Mentan Amran, kenaikan nilai ekspor tersebut mendorong petani untuk lebih giat merawat kebun mereka, mulai dari pemupukan, pengendalian hama, pengairan, hingga pemangkasan dan pemeliharaan tanaman.

“Karena petani sederhana, karena ini menguntungkan situasi tanamannya dipupuk dengan baik, dipelihara dengan baik, hamanya dijaga dengan baik, airnya dijaga dengan baik, benar nggak? Logik kan? Nah hasilnya,” ujarnya.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) itu mengatakan, nilai ekspor sektor pertanian mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun, sementara impor justru turun. 

“Ini kesimpulan aja ini.  Naik Rp 166 triliun ekspor pertanian dan ini BPS. impornya turun Rp 41 triliun,” katanya.

Karena itu, Mentan Amran menilai pelemahan rupiah justru lebih banyak memberikan manfaat di desa dibandingkan dampak negatifnya.

“Inilah yang dimaksud Bapak Presiden bahwa ada dampaknya iya tetapi dampak positifnya di desa khususnya di desa kan petani kan dampak positifnya jauh lebih tinggi,” ujarnya. 

Mentan Amran juga menegaskan bahwa peningkatan nilai ekspor tersebut berkorelasi dengan perbaikan kesejahteraan petani, yang terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 125,35.

Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan pemerintah terus berkomitmen menjaga daya beli masyarakat. Ia menyebut hal itu dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti tidak naiknya harga BBM subsidi serta penurunan harga pupuk yang dinilai langsung dirasakan petani.

“Dampak ada beli BBM. Tap ingat BBM subsidi kan? Tidak naik. Iya kan? Pupuk turun. Negara mana seperti itu? Ada? coba tunjukkan saya. kebijakan Bapak Presiden luar biasa. itu yang dimaksud kan seorang Bapak Presiden,” katanya. 

Menurutnya, penjelasan Prabowo beberapa waktu lalu memang disampaikan dalam bahasa yang sederhana kepada masyarakat, sementara lebih teksnisnya menjadi tugas para menteri untuk menjelaskannya lebih detail.

“Kan Bapak seorang Presiden, tidak mungkin detail. Yang detail itu, detail kan adalah menterinya. Clear? Paham?” imbuhnya.

catatan: Redaksi memohon maaf atas kekeliruan pada judul berita sebelumnya. Judul telah diperbaiki menjadi “Mentan Amran Paparkan Dampak Pelemahan Rupiah di Sektor Pertanian” agar sesuai dengan isi pemberitaan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini