Banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra tidak hanya berdampak bagi masyarakat umum, tetapi juga pegawai Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang bertugas dan berdomisili di daerah terdampak.
Kepala Barantin, Sahat Manaor Panggabean, mencatat setidaknya 204 pegawai karantina terdampak bencana dengan tingkat kerugian beragam, mulai dari rumah terendam, kerusakan akibat longsor, hingga kehilangan harta benda.
Untuk meringankan beban para pegawai, Barantin menggalang bantuan melalui inisiatif Karantina Peduli. Dari gerakan ini, terkumpul donasi sekitar Rp 222 juta, yang berasal dari para pegawai karantina di seluruh Indonesia.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk kebutuhan dasar seperti beras, sembako, makanan cepat saji, pakaian layak pakai, popok bayi, peralatan ibadah, obat-obatan, hingga penjernih air (water purifier).
“Ini adalah bentuk nyata kebersamaan keluarga besar karantina. Kami ingin memastikan seluruh pegawai yang terdampak merasa didukung penuh dan tidak menghadapi masa sulit ini sendirian,” ujar Sahat saat menyerahkan bantuan di Aceh, Kamis (11/12).
Sahat menegaskan bahwa aksi ini merupakan wujud solidaritas dan kepedulian seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Barantin di Indonesia. UPT di sekitar wilayah bencana bergerak cepat menggalang donasi dan memastikan bantuan tersalurkan kepada pegawai yang membutuhkan.
Sahat juga memastikan bahwa meskipun sebagian wilayah kerja terdampak, pelayanan karantina kepada publik tetap berjalan normal.
“Dalam situasi apa pun, termasuk saat bencana, tugas esensial kita untuk melindungi sumber daya alam hayati bangsa tidak boleh terhenti. Pelayanan karantina tetap dilaksanakan dengan penuh kesiapsiagaan,” tegasnya.
Barantin memastikan pelayanan karantina, baik secara langsung maupun daring, terus berlangsung. Dukungan logistik dan personel terus diberikan kepada pegawai di lapangan. Fasilitas kantor yang mengalami kerusakan akan segera direhabilitasi.
Bahkan, Sahat menyatakan bahwa kantor layanan karantina dapat dioptimalkan fungsinya sebagai Posko Bantuan untuk masyarakat umum yang terdampak bencana.
Sahat juga menyampaikan harapan agar seluruh pegawai yang terdampak dapat menjalani masa pemulihan pascabencana dengan mengutamakan kesehatan, mengingat potensi risiko kesehatan di lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Pada waktu yang bersamaan, Sekretaris Utama Barantin, Shahandra Hanitiyo, turut menyalurkan bantuan kepada pegawai karantina yang terdampak bencana di Sumatera Barat.
Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar pegawai dan keluarganya terpenuhi selama proses pemulihan pascabencana.






























