Barantin Siapkan Anjing Pelacak di Pos Karantina untuk Perketat Pengawasan Perbatasan

0
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding
Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding. Dok: Ist

Badan Karantina Indonesia (Barantin) akan melengkapi pos pelayanan di wilayah perbatasan dengan anjing pelacak untuk memperkuat pengawasan terhadap penyelundupan komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya.

Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, mengatakan Barantin masih menghadapi keterbatasan personel dan peralatan sehingga pengawasan perlu diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai instansi.

“Iya suka tidak suka kami harus memperbanyak pasukan dan peralatan. Memang keterbatasan kita di situ sementara ini,” kata Karding saat ditemui di Kawasan Tb Simatupang, Jakarta, Selasa (7/6).

Menurut dia, Barantin akan bekerja sama dengan Kepolisian, Polair, TNI, Bakamla, Bea Cukai, hingga Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) agar pengawasan di kawasan perbatasan dapat berjalan lebih efektif.

“Harus banyak kerja sama ini supaya yang tidak bisa kami tangani kita titip di situ,” ujarnya.

Karding mengatakan Barantin juga akan membangun pos pelayanan atau satuan pelayanan (satpas) yang dilengkapi anjing pelacak. Fasilitas tersebut dipilih sebagai penguatan pengawasan secara konvensional, sementara penerapan teknologi yang lebih canggih masih membutuhkan waktu dan dukungan anggaran.

“Ke depan saya akan buat pos pelayanan atau satpas-satpas dilengkapi paling tidak anjing pelacak kalau untuk yang konvensional ya karena untuk yang teknologi tinggi mungkin kita butuh waktu dan butuh anggaran yang cukup,” ujarnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini