
Syngenta Indonesia dan TerraBaru menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pengembangan biochar berbahan baku limbah jagung guna mendukung kesehatan tanah dan ketahanan pangan nasional.
Kerja sama yang diumumkan dalam Festival Pertanian Regeneratif: Inovasi Biochar di Malang, Jumat (6/6), itu dilakukan di tengah tantangan menurunnya kualitas tanah di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan studi Balai Penelitian Tanah Kementerian Pertanian pada 2019, sekitar dua pertiga wilayah Indonesia memiliki kandungan karbon tanah yang rendah. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut dapat menurunkan produktivitas pertanian dan mengancam ketahanan pangan dalam jangka panjang.
Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, mengatakan peningkatan kesehatan tanah menjadi fondasi penting untuk menjaga produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
“Syngenta Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung petani dalam menghadapi tantangan produksi pangan berkelanjutan. Bersama TerraBaru, kami menghadirkan solusi yang berfokus pada peningkatan kesehatan tanah sebagai fondasi penting bagi produktivitas jangka panjang,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Syngenta Indonesia dan TerraBaru akan mengembangkan pemanfaatan biochar, material berbasis karbon yang dapat membantu memperbaiki kualitas tanah secara bertahap dan berkelanjutan. Biochar dapat diproduksi dari berbagai sumber biomassa, termasuk residu pertanian, kehutanan, dan industri.
Sebagai produsen benih jagung, Syngenta Indonesia memiliki potensi memanfaatkan residu biomassa berupa tongkol jagung. Melalui kemitraan tersebut, tongkol jagung akan diolah menjadi biochar siap pakai yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesehatan tanah sekaligus mendukung produktivitas pertanian.
Selain memperbaiki kualitas lahan, pemanfaatan biochar juga mendukung ekonomi sirkular dengan mengubah limbah biomassa menjadi input pertanian bernilai tambah yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.
Syngenta menyebut pengembangan biochar merupakan bagian dari upaya mendorong praktik pertanian regeneratif yang berfokus pada peningkatan kesehatan tanah, keanekaragaman hayati, serta pengurangan emisi.
Sementara itu, CEO TerraBaru Bruno Wauters mengatakan proyek percontohan biochar yang dijalankan kedua pihak diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan melalui pemanfaatan limbah jagung lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Melalui Proyek Percontohan Biochar ini, TerraBaru berkomitmen memberikan nilai nyata bagi petani. Sinergi antara ekosistem Syngenta dan teknologi kami dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan melalui pemanfaatan limbah jagung lokal sekaligus menjaga kelestarian tanah dalam jangka panjang,” kata Bruno.
Kemitraan ini juga bertepatan dengan dua peringatan penting dunia, yaitu Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni dengan tema Now for Climate dan Hari Keamanan Pangan Sedunia pada 7 Juni dengan tema From Burden to Solutions: Safe Food Everywhere.Â
Inovasi biochar yang dihadirkan Syngenta Indonesia bersama TerraBaru tidak hanya menjadi solusi pertanian regeneratif untuk memperbaiki kesehatan tanah dan mengurangi emisi, tetapi juga mendukung terciptanya pangan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi masyarakat.Â
Dengan mengubah limbah biomassa menjadi input pertanian bernilai tambah, inisiatif ini memperkuat aksi iklim sekaligus menjawab tantangan keamanan pangan, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi masa depan pertanian Indonesia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.





























