Mentan Amran Belum Bahas Kesiapan CPO untuk Program B50

0
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman pada Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, 4 Desember 2024. (Foto: Kementan/Majalah Hortus)

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan, belum membahas kesiapan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) untuk menopang program Biodiesel 50 persen (B50).

“Nanti kita bahas,” kata Mentan Amran saat ditemui di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kanpus Kementan) di Jakarta pada Senin lalu.

Mentan Amran berujar, saat ini fokus pemerintah adalah peningkatan implementasi B35 menjadi B40. “Yang jelas B40 dulu yang sudah jalan. B50 akan bertahap. Kita lihat nanti perkembangannya (program B40),” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran mengatan, pemerintah baru akan meningkatkan produksi CPO di dalam negeri. Karena itu, dia mengatakan, belum ada target peningkatan produksi nasional terkait implementasi B50.

“Kita rencana akan kembangkan. Doakan, mudah-mudahan (produksi CPO) bisa lebih baik,” kata Mentan Amran.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono berharap pemerintah mempertimbangkan secara matang program B50 sebelum diterapkan sepenuhnya.

Dia mengatakan, upgrade program biodiesel yang ada saat ini dari B40 ke B50 harus didukung dengan peningkatan produksi CPO. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus mengingat produksi sawit mengalamai stagnansi.

“Kami melihat tahun ini kami memproduksi 15,62 juta kiloliter melalui program B40, meningkat dari 12,09 juta kiloliter pada program B35 sebelumnya,” ujar Eddy.

Eddy juga menegaskan bahwa para pelaku industri sawit siap mendukung target pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada energi. Namun, dia meminta agar pemerintah lebih berhati-hati dengan kondisi stagnansi produksi CPO saat ini.

“Kami siap mendukung program biodiesel pemerintah, tidak hanya sampai B50, bahkan hingga B100. Tapi, kita harus serius mempertimbangkan ketersediaan CPO untuk mendukung implementasi B50. Kita perlu fokus pada peningkatan produksi karena kebijakan biodiesel tentu berpengaruh pada ekspor kita,” pungkas Eddy.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini