PALEMBANG – Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu kunci peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat. Untuk itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training menggelar Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit bagi 101 pekebun asal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Kegiatan berlangsung pada 30 Juni–5 Juli 2026 di Palembang.
Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pekebun agar mampu mengelola kebun secara lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Selama enam hari, peserta mengikuti pembelajaran yang memadukan materi di kelas, diskusi interaktif, praktik lapangan, hingga kunjungan studi sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di kebun masing-masing.
Pada pembukaan kegiatan, Ketua Kelompok Pemberdayaan dan Kelembagaan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Mula Putra, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pekebun merupakan langkah strategis untuk mendorong produktivitas perkebunan rakyat. Menurutnya, Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai salah satu sentra kelapa sawit di Sumatera Selatan memiliki potensi besar yang perlu didukung melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
Kurikulum pelatihan disusun secara komprehensif, mencakup seluruh tahapan budidaya kelapa sawit. Peserta memperoleh materi mengenai legalitas usaha perkebunan, perencanaan pembangunan kebun, teknik pembukaan lahan yang memperhatikan konservasi tanah dan air, hingga strategi membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan pabrik kelapa sawit.
Pada aspek teknis budidaya, peserta mempelajari teknik pembibitan dan penanaman, mulai dari pemilihan benih unggul, pengelolaan persemaian, hingga simulasi pengajiran untuk menentukan jarak tanam yang optimal. Materi tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kebun yang sehat dan produktif sejak tahap awal.
Pembelajaran kemudian dilanjutkan dengan materi pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM). Dalam sesi ini, peserta dibekali pengetahuan mengenai teknik pemangkasan, kastrasi, pengelolaan tata air, serta penerapan prinsip pemupukan 5T agar penggunaan pupuk lebih efektif, efisien, dan sesuai kebutuhan tanaman.
Pelatihan juga memberikan perhatian pada aspek perlindungan tanaman melalui materi Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Peserta dikenalkan pada teknik identifikasi dini Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), pengendalian penyakit Ganoderma, pemanfaatan tanaman bermanfaat sebagai agen pengendali hayati, hingga penggunaan pestisida yang tepat, aman, dan bertanggung jawab. Untuk memperkuat pemahaman, peserta mengikuti praktik pengujian kualitas pupuk, pengukuran tingkat keasaman media tanam, serta simulasi perhitungan kebutuhan pestisida.
Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Pusat Penelitian Karet Sembawa. Melalui kegiatan ini, peserta dapat mengamati secara langsung penerapan teknik budidaya yang baik sekaligus berdiskusi dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan kebun di lapangan.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan partisipatif. Berbagai pengalaman, persoalan, dan tantangan yang dihadapi pekebun di daerah masing-masing menjadi bahan diskusi selama kegiatan berlangsung. Interaksi tersebut tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga memperkuat jejaring antarpeserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Rangkaian pelatihan ditutup dengan pelaksanaan post-test sebagai evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Melalui kolaborasi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, dan IPB Training, para pekebun diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pengelolaan kebun sehari-hari.
Peningkatan kompetensi tersebut diharapkan mampu mendorong produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat, memperkuat daya saing pekebun, serta mendukung terwujudnya pengelolaan perkebunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.






























