BULOG Gencarkan Bantuan Pangan dan SPHP untuk Kendalikan Harga Beras

0
Bantuan Pangan pemerintah
Bantuan pangan pemerintahlah. Dok: Ist

Perum BULOG terus mengoptimalkan dua instrumen utama pemerintah dalam pengendalian harga beras, yakni penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan Beras. Kedua program tersebut dijalankan untuk memperkuat pasokan sekaligus menjaga keterjangkauan beras bagi masyarakat.

Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan BULOG siap menjalankan penugasan tersebut dengan dukungan stok beras sekitar 4,6 juta ton yang tersebar di jaringan pergudangan di seluruh Indonesia.

“Kekuatan stok ini terus kami gerakkan untuk masyarakat. Hingga 16 September, realisasi SPHP telah mencapai 799.593 ton atau 96,57 persen, Bantuan Pangan Februari–Maret sekitar 662.867 ton, dan Bantuan Pangan Juli–September sekitar 618.581 ton. Secara keseluruhan, sekitar 2,08 juta ton beras telah disalurkan melalui tiga penugasan tersebut,” ujar Rizal.

SPHP dan Bantuan Pangan bergerak melalui dua jalur yang saling melengkapi. SPHP memperkuat pasokan beras di tingkat konsumen melalui berbagai saluran distribusi, sementara Bantuan Pangan langsung menjangkau masyarakat penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.

Dengan pola tersebut, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tidak hanya tersimpan di gudang, tetapi terus digerakkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dan sekaligus mendukung upaya menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.

Jika seluruh target dan alokasi tersebut dihitung untuk tahun 2026 beras SPHP 828 ribu ton kemudian tambahan SPHP 1 juta ton, serta Bantuan Pangan Februari–Maret, Juli–September dan Oktober–Desember, maka skala penugasan pemerintah melalui CBP pada 2026 mendekati 4,5 juta ton. 

Skala penugasan pada 2026 menjadi semakin besar. Target awal penyaluran SPHP ditetapkan 828 ribu ton, sementara Bantuan Pangan periode Februari–Maret memiliki pagu 664.888 ton dan periode Juli–September mencapai 997.332 ton. Dengan penambahan SPHP 1 Juta ton dan Bantuan Pangan Oktober, November dan Desember yang diperkirakan kembali mencapai sekitar 997 ribu ton menjadi Penggunaan CBP lebih tinggi dibandingkan tahun-tahunsebelumnya.

Menurut Rizal, kesiapan tersebut akan terus diperkuat menghadapi periode akhir tahun, termasuk momentum Natal dan Tahun Baru serta antisipasi musim kemarau yang diprediksi lebih kering dan panjang.

“Pemerintah memberikan perhatian penuh terhadap ketersediaan beras. Karena itu, SPHP mendapat tambahan alokasi 1 juta ton, sementara Bantuan Pangan dilanjutkan untuk Oktober–Desember dengan estimasi kebutuhan sekitar 997 ribu ton. BULOG siap menjalankannya dengan dukungan stok dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah,” lanjutnya.

Stok yang kuat dan penyaluran yang terus berjalan, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras. Pemerintah memiliki ruang untuk terus menggerakkan CBP sesuai kebutuhan baik SPHP diperkuat untuk menjaga pasokan beras dengan harga terjangkau, sementara Bantuan Pangan menjadi dukungan langsung bagi keluarga penerima.

BULOG berkomitmen menjalankan seluruh penugasan pemerintah secara optimal dengan menjaga kesiapan stok, mempercepat penyaluran, memperluas jangkauan distribusi, serta memastikan CBP dapat digerakkan secara tepat sesuai kebutuhan di setiap wilayah. 

Melalui optimalisasi SPHP dan Bantuan Pangan sebagai dua instrumen utama, BULOG akan terus mendukung upaya pemerintah menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga beras sekaligus memastikan pangan hadir semakin dekat dengan masyarakat.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini