Tak Usah Repot Demo, Mentan Amran: “Datang ke Saya, Saya Beresin untuk Peternak”

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers setelah Rapat Koordinasi Peternakan di kediamannya, Jumat (9/10) pagi.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman meminta asosiasi peternak tidak perlu lagi turun demonstrasi untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Ia mempersilakan peternak datang langsung kepadanya dan berjanji mencari solusi melalui kebijakan pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan Amran dalam rapat koordinasi (Rakor) bersama perwakilan peternak dan asosiasi yang membahas persoalan di sektor peternakan, terutama terkait harga dan pasokan jagung untuk pakan ternak.

“Saya minta seluruh asosiasi tidak usah repotkan turun demo. Datang ke saya, insyaallah selama kebijakan di tangan saya, saya beresin untuk peternak Indonesia,” kata Amran di kediamannya, Jakarta, Jumat (10/10).

Dalam rakor tersebut, disepakati sejumlah langkah yang akan ditindaklanjuti oleh Bulog, Bapanas, dan peternak. Pertama, pemerintah akan mempercepat penyaluran jagung yang tersedia di gudang Perum Bulog untuk memenuhi kebutuhan peternak.

Amran menyebut kuota jagung untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia sebanyak 150.000 ton. Jagung tersebut akan disalurkan sembari pemerintah melanjutkan pengadaan untuk menjaga ketersediaan pasokan.

Untuk mengatasi persoalan dalam jangka panjang, Kementerian Pertanian juga akan memberikan benih jagung gratis untuk lahan seluas 20.000 hektare hingga Desember. Program ini diarahkan untuk mendukung petani binaan koperasi peternak agar kebutuhan jagung dapat dipenuhi melalui produksi dalam negeri.

“Pertama dari hulu, peternak ternyata punya binaan, binaan petani jagung. Nah, Kementerian Pertanian kami memberikan hari ini sampai Desember 20.000 hektare bibit benih jagung gratis,” ujar Amran.

Ia menjelaskan, hasil panen petani binaan tersebut nantinya dapat dibeli oleh peternak untuk memenuhi kebutuhan pakan. Jika produksi berlebih, Bulog akan bertindak sebagai pembeli atau offtaker sehingga hasil panen tetap terserap.

“Yang membeli adalah kalau peternak katakanlah oversupply, yang menjadi offtaker untuk yang dibina langsung dibeli oleh Bulog,” katanya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan skema resi gudang untuk membantu koperasi peternak menyimpan hasil panen jagung. Melalui skema ini, Bulog dapat membeli jagung yang belum terserap karena keterbatasan modal, kemudian menyimpannya sebagai cadangan milik koperasi.

Dengan mekanisme tersebut, koperasi dapat mengambil kembali jagung yang disimpan ketika membutuhkan pasokan. Amran menilai skema ini dapat membantu peternak menghadapi periode ketika ketersediaan jagung mulai terbatas.

“Jadi tinggal peternak cuma tunjuk. Tunjuk ini, itu sudah cadangannya mereka. Tunjuk Bulog yang beli,” kata Amran.

Amran menegaskan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem peternakan dari hulu hingga hilir agar persoalan harga, pasokan pakan, dan penyerapan hasil produksi tidak terus berulang.

“Intinya kita bangun ekosistem dan ekosistem ini adalah solusi permanen sampai kapan pun tidak ada lagi peternak demo masalah harga dan serapan, masalah pakan dan seterusnya,” ujarnya.

Ia pun kembali meminta asosiasi peternak menyampaikan persoalan secara langsung kepada pemerintah daripada harus turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini