Kemenko Pangan Apresiasi Kontribusi GAPKI Tangani Karhutla di Kalteng

0
Kondisi lahan hutan yang terbakar
Kondisi lahan hutan yang terbakar menyisakan pepohonan hangus dan kepulan asap. Sumber: Ilustrasi AI/ChatGPT

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengapresiasi kontribusi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), GAPKI terlibat dalam penanganan karhutla di kawasan Talawang Raya dan Sabaru, Palangka Raya.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dalam kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan pada KSPEAN Provinsi Kalimantan Tengah di Jakarta, Jumat (6/11).

Hanif menyampaikan, kedua kawasan tersebut memiliki luas total sekitar 674 hektare dan tengah ditangani melalui pola penguatan lanskap dengan dukungan GAPKI dan APHI.

“Daerah Talawang Raya dan Sabaru seluas hampir 680 atau 670 hektare ini sedang ditangani oleh teman-teman dari GAPKI dan APHI. Saat ini teman-teman sedang berjibaku melakukan penanganan pemadaman melalui pola penguatan landscape,” ujar Hanif.

Dia menjelaskan, kawasan Sabaru memiliki luas 312 hektare. Penanganan di wilayah tersebut dikoordinasikan oleh Polda Kalimantan Tengah dengan dukungan GAPKI, APHI, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

“Jadi ada 30 unit pompa air yang telah dibangun GAPKI dan 7 unit dari Dinas Kehutanan yang hari ini sedang dioperasionalkan oleh regu-regu pemadam yang dikoordinir oleh Polda Kalimantan Tengah,” katanya.

Sementara itu, kawasan Talawang Raya memiliki luas 362 hektare. Di kawasan ini, terdapat 87 unit sumur bor berdasarkan rincian dukungan sejumlah instansi, yakni 40 unit dari Kementerian Pekerjaan Umum, 30 unit dari BPBD Kalimantan Tengah, 7 unit dari Dinas Kehutanan, dan 10 unit dari APHI.

Pengoperasian sarana tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya GAPKI, APHI, BPBD, Manggala Agni, kepolisian sektor, dan pihak kelurahan.

Hanif mengatakan, GAPKI dan APHI akan berfokus pada penanganan di kawasan Talawang Raya dan Sabaru. Dia menegaskan, dukungan dunia usaha sangat penting untuk memperkuat upaya pengendalian karhutla, terutama melalui penyediaan sarana pemadaman dan penguatan lanskap di wilayah rawan kebakaran.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo juga menyebut GAPKI dan APHI sebagai pihak yang turut terlibat dalam penanganan karhutla di Talawang Raya dan Sabaru.

Dia mengatakan, penanganan di kedua kawasan tersebut telah menunjukkan hasil baik. Titik api dan sumber asap di permukaan kawasan sudah tidak ditemukan lagi.

“Hasil baik ini buah kerja keras kita semua, seluruh pihak antara lain BPBD, Dinas Kehutanan, TNI-Polri, Manggala Agni, Satgas Kota Palangka Raya, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, serta relawan, APHI, dan GAPKI,” ujar Edy.

Meski demikian, Edy menegaskan bahwa upaya pembasahan dan pengawasan tetap dilakukan. Pengamanan diperkuat melalui pos lapangan yang melakukan patroli dan pengawasan selama 24 jam guna mencegah munculnya kembali titik api.

 

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini