
Kementerian Koordinator Bidang Pangan melibatkan perusahaan perkebunan kelapa sawit, kehutanan, dan pertambangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Penanganan difokuskan pada sejumlah kawasan yang menjadi sumber asap di Kota Palangkaraya.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pelibatan berbagai sektor usaha tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026. Melalui instruksi tersebut, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendapat tugas mengendalikan karhutla di empat provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan.
Sebelumnya, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan telah dilakukan pada areal seluas 13.000 hektare dan kini berhasil dikendalikan. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan lanskap, antara lain dengan pembuatan sumur bor, sekat kanal, serta pengaliran air sungai ke lokasi kebakaran.
Sementara di Kalimantan Tengah, penanganan difokuskan pada sejumlah kawasan yang menjadi sumber asap di Palangkaraya. Hanif menyebut, kegiatan tersebut telah berjalan sejak dua pekan lalu dengan melibatkan gabungan perusahaan kelapa sawit dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia.
“Areal yang ditangani seluas 362 di daerah Talawang Raya yang menjadi sumber utama asap di Palangkaraya, kemudian di daerah Sabaru, Sabangau, Bereng Bengkel dan Bulung Merindu seluas 312 hektare juga menjadi penyumbang asap utama di Palangkaraya,” kata Hanif dalam kegiatan pemantauan dan evaluasi penanggulangan karhutla di Jakarta, Jumat (6/11).
Selain lokasi tersebut, penanganan juga akan diperluas ke wilayah Pulang Pisau, mulai dari Tanjung Taruna hingga Jembatan Tumbang Nusa sepanjang 12 kilometer. Untuk kawasan ini, Hanif menyebut pihaknya akan bekerja sama dengan Asosiasi Tambang Indonesia (Indonesia Mining Association) beserta para anggotanya dan Forum Kepala Teknik Tambang.
Hanif mengatakan, hasil koordinasi telah menyepakati penanganan di empat lokasi utama. Dua lokasi sudah mulai dikerjakan, sedangkan dua lokasi lainnya akan menyusul.
“Kita mengkolaborasi semua unit usaha yang mungkin untuk memberikan responsibiliti terkait dengan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurut Hanif, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah membutuhkan perhatian khusus karena wilayah Palangkaraya didominasi ekosistem gambut. Sejumlah kawasan yang menjadi sasaran penanganan mengalami degradasi berat sehingga membutuhkan pembasahan secara berkelanjutan.
“Tidak boleh ada jeda pembasahan karena setiap jeda pembasahan akan kembali membuat gambut itu kering dan menjadi bahan bakar yang mudah terbakar,” jelasnya.
Hanif menyebut pihaknya bersama Gubernur Kalimantan Tengah merencanakan pengaturan kanalisasi dan pembangunan sejumlah intake di Sungai Kahayan. Infrastruktur tersebut ditujukan untuk mengalirkan air ke lokasi rawan karhutla sehingga lahan gambut tetap basah.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo melaporkan bahwa penanganan karhutla di kawasan Talawang Raya dan Sabaru, Kota Palangkaraya, telah menunjukkan hasil positif. Titik api dan sumber asap di permukaan kedua kawasan tersebut sudah tidak ditemukan lagi.
Meski demikian, upaya pembasahan dan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api. Pengamanan juga diperkuat melalui pos lapangan yang melakukan patroli dan pengawasan selama 24 jam.
Edy mengatakan, penanganan di kawasan Tanjung Taruna dan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, masih berlangsung. Kawasan tersebut membutuhkan tambahan personel dan pembangunan sumber daya air untuk mendukung pemadaman serta pembasahan lahan gambut.
“Kondisi di lapangan masih perlu penambahan personil dan pembangunan sumber daya air untuk menunjang upaya pemadaman, pendinginan, dan pembasahan lahan gambut secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Edy mengungkapkan peningkatan kabut asap dalam dua hari terakhir yang berdampak pada berkurangnya jarak pandang di Palangkaraya.
“Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh kebakaran yang masih terjadi di wilayah Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas serta Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau dengan pergerakan angin dari arah timur dan timur laut yang membawa asap menuju Palangkaraya,” jelasnya.






















