
Limbah sawit berpotensi menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat di kabupaten penghasil sawit. Melalui pengolahan yang tepat, limbah dan hasil samping perkebunan bisa dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual sekaligus membuka peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Potensi tersebut menjadi fokus dalam Workshop Hilirisasi Sawit Skala UMKM Melalui Pengolahan Limbah Sawit yang digelar Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara virtual, Selasa (20/10).
Bupati Penajam Paser Utara (PPU) sekaligus Ketua Umum AKPSI, H. Mudyat Noor, berharap pengolahan limbah sawit dapat dikembangkan di berbagai daerah penghasil sawit di Indonesia. Menurutnya, pengembangan industri sawit perlu diikuti dengan pemanfaatan hasil samping agar tidak hanya bertumpu pada produksi tandan buah segar (TBS) dan minyak sawit mentah.
Limbah yang selama ini dianggap sebagai sisa produksi juga berpeluang diolah menjadi berbagai produk, seperti pupuk organik, sumber energi terbarukan, hingga bahan kerajinan yang memiliki nilai jual.
“Melalui hilirisasi limbah sawit, kita berharap dapat menciptakan lapangan kerja, membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat daya saing daerah,” jelas Mudyat Noor.
Karena itu, dia menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang telah mendukung pembiayaan pelaksanaan workshop tersebut.
“Harapannya, kegiatan serupa dapat dilaksanakan di kabupaten penghasil sawit lainnya, seperti di Sumatra, Aceh, Papua, serta Sulawesi bagian tengah dan tenggara,” ujar Mudyat Noor.
Sementara itu, perwakilan BPDP, Anwar Sadad, menyampaikan bahwa pengolahan limbah sawit berbasis UMKM merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjalankan program sawit hijau.
“Pengolahan limbah sawit berbasis UMKM ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam pelaksanaan program sawit hijau. BPDP akan terus melakukan pendampingan dari hulu ke hilir,” ujar Anwar.
Melalui pendampingan tersebut, BPDP mendorong agar limbah sawit dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan bisa dikembangkan sebagai usaha oleh pelaku UMKM.
Dengan demikian, pengolahan limbah sawit tidak hanya mendukung program sawit hijau, tetapi juga memberi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh tambahan penghasilan.
Adapun Workshop ini menghadirkan praktisi, termasuk Direktur Utama PT Kutai Agrolestari Makmur, Hamdi Rosyidi, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.





























