Amran Gaspol Investasi Sapi di Kalteng, Target 200 Ribu Ekor dalam Satu Kawasan

0
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Dok: Ist

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan investasi peternakan sapi terintegrasi di Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, dengan target populasi mencapai 200 ribu ekor dalam satu ekosistem usaha.

Pengembangan dilakukan di kawasan seluas sekitar 40.006 hektare dengan populasi awal ±1.000 ekor sapi. Pemerintah menargetkan 100 ribu indukan dari pengembangan inti dan 100 ribu ekor melalui pola plasma, sehingga total mencapai 200 ribu ekor produktif.

“Indonesia ini negeri agraris. Tanahnya luas, rumput tumbuh, sumber daya ada. Saya harap 100 ribu untuk pengembangan dan ditambah 100 ribu plasma, jadi 200 ribu,” ujar Amran dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Selasa (17/2).

Konsep yang dibangun adalah industri sapi terpadu (Integrated Cattle Industry) yang menggabungkan sapi potong, sapi perah, dan industri pengolahan dalam satu kawasan. Model ini diperkuat integrasi sapi–kelapa sawit untuk efisiensi pakan dan pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik.

Menurut Amran, percepatan populasi sapi nasional sangat bergantung pada kepastian regulasi dan kemudahan perizinan. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif agar pelaku usaha dapat fokus memperluas populasi dan memperkuat hilirisasi.

“Yang penting bagaimana kita kelola dengan baik dan kita buat nyaman para investor untuk bergerak cepat,” kata Amran.

Skema pengembangan menggunakan pola kemitraan inti–plasma. Perusahaan besar bertindak sebagai inti, sementara peternak rakyat menjadi plasma dengan dukungan pembiayaan KUR pertanian dan asuransi ternak.

“Kalau dikelola bersama, inti kuat, plasma tumbuh, maka ekonomi bergerak. Negara hadir mendukung pembiayaan dan perlindungan. Pengusaha berkembang, masyarakat ikut sejahtera,” kata Amran.

Target kawasan ini tidak hanya meningkatkan produksi daging dan susu nasional, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Sukamara, Masduki, menyampaikan dukungan penuh terhadap investasi tersebut. Ia menyebut pengembangan sentra sapi terpadu sebagai peluang besar bagi daerahnya untuk mengoptimalkan lahan yang belum produktif sekaligus menciptakan lapangan kerja. 

“Ini kebanggaan bagi Sukamara. Kami memiliki wilayah yang luas dan potensi besar. Dengan hadirnya sentra sapi terpadu, ekonomi daerah akan tumbuh dan masyarakat memperoleh manfaat langsung,” ujar dia. 

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha diharapkan menjadikan pengembangan investasi peternakan di Kalimantan Tengah sebagai model nasional industri sapi terpadu yang modern, inklusif, dan berdaya saing.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini