Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Prof. Bustanul Arifin, menyampaikan bahwa sebaran utama perkebunan kelapa sawit nasional berada di Sumatera dan Kalimantan. Umumnya, tanaman ini tumbuh di wilayah dataran rendah.
“Sawit itu tumbuhnya di 10 besarnya di Sumatera dan Kalimantan. Lampung boleh dibilang baru belajar, Sumatera Barat juga baru mulai, dan umumnya Sulawesi sekarang baru mulai,” ujar Bustanul baru-baru ini.
Bustanul menegaskan bahwa secara ekologis sawit tidak berkembang di wilayah dengan ketinggian tinggi. “Umumnya di dataran rendah. Mana ada sawit tumbuh di atas 400 meter, enggak ada. Kalaupun ada, ya enggak besar,” katan dia.
Dalam konteks banjir bandang yang terjadi Sumatra, Bustanul mengajak publik menggunakan logika dan melihat kondisi wilayah secara utuh.
“Kalau 400 meter bikin banjir bandang, apa tidak? Kan gitu aja logikanya. Kalau di bawah, ya enggak lah, enggak kan dari situ. Dari hutan iya, dari HPH, dari tambang iya. Think about that,” ujar dia.
Menurut Bustanul, dalam situasi bencana penjelasan teknis sering kali sulit diterima karena perhatian publik masih tertuju pada penanganan korban.
“Tapi sekarang enggak mungkin Pak Edi Martono (Ketua Umum GAPKI) kasih penjelasan tadi, orang sedang marah kok orang bencana belum ditangani,” kata dia.
Bustanul menambahkan bahwa kebun sawit umumnya berada di kawasan pinggir dan tersebar sesuai karakteristik lahannya. “Jadi siapa yang bikin kerusakan banjir bandang? Think about that. Lokasinya sawit itu di pinggir-pinggir,” imbuh dia.
Sebaran Sawit
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian per Januari 2026 menunjukkan, Riau menjadi sentra terbesar dengan luas kebun mencapai 3,37 juta hektare dan produksi sekitar 9,13 juta ton.
Di Kalimantan, Kalimantan Barat mencatat luas kebun sekitar 2,20 juta hektare dengan produksi 4,95 juta ton, disusul Kalimantan Tengah seluas 2,14 juta hektare dengan produksi 7,45 juta ton.
Sentra besar lainnya berada di Kalimantan Timur dengan luas kebun sekitar 1,44 juta hektare dan produksi 3,90 juta ton, serta Sumatera Utara yang memiliki kebun sawit seluas 1,35 juta hektare dengan produksi 5,12 juta ton.
Di wilayah Sumatera bagian selatan, Sumatera Selatan mencatat luas kebun sekitar 1,28 juta hektare dengan produksi 3,96 juta ton, sementara Jambi memiliki kebun sawit seluas 956 ribu hektare dengan produksi 2,11 juta ton.
Adapun provinsi lain seperti Aceh dan Sumatera Barat juga tercatat sebagai sentra produksi, masing-masing dengan luas kebun sekitar 483 ribu hektare dan 444 ribu hektare, serta produksi 1,09 juta ton di Aceh dan 1,41 juta ton di Sumatera Barat.






























