BPDP, Ditjenbun dan BPI Lanjutkan Pelatihan Panen dan Pasca Panen Gelombang 2 untuk 124 Pekebun Sawit Muba Sumsel

0

Untuk meningkatkan kecerdasan pekebun sawit agar semakin professional dalam mengelola kebunnya, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), bersama Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian (Kementan) dan Best Planter Indonesia (BPI) menggelar ‘Pelatihan Panen dan Pasca Panen’ bagi pekebun Musi Banyuasin (Muba) Sumatera Selatan (Sumsel) melalui program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS).

Direktur Operasional BPI, Friyandito, SP, MM saat pembukaan pelatihan mengatakan, dengan pedoman modul yang disusun Ditjenbun, BPI berusaha untuk memperbaiki teknik penyampaian materi (delivery) agar para pekebun bisa menyerap lebih banyak pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang diajarkan dan dibagikan oleh narasumber BPI di dalam kelas.

“Selanjutnya BPI memilih kebun yang dijadikan tempat kunjungan lapang merupakan kebun-kebun yang sudah menerapkan Best Management Practices dengan produktifitas tanamannya terbukti tinggi, agar para pekebun mendapat inspirasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan kualitas kebunnya sehingga setara dengan perkebunan yang dikelola perusahaan besar. Dan lokasi kebun yang dipilih untuk kunjungan lapang adalah PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan,” kata Friyandito.

Menurut Fiyandito, pelatihan panen dan pasca panen Gelombang 2 ini, terdiri dari 4 angkatan yang diselenggaraan secara paralel pada 2 hotel yang berbeda dengan peserta seluruhnya berasal dari Kabupaten Muba.

“Pelatihan yang didesain partisipatif, santai tetapi serius yang dilengkapi dengan game dan kuis serta bahasa yang biasa digunakan di kebun sawit ini membuat suasana menjadi seru dan meriah tanpa mengantuk,” katanya.

Dia menjelaskan, Untuk memenuhi harapan besar pekebun sawit mengenai solusi terhadap berbagai persoalan kebun, maka pada Gelombang 2 ini BPI menurunkan 17 narasumber yang seluruhnya adalah praktisi kebun.

“Dengan demikian setiap masalah yang dihadapi diharapkan mendapat solusi nyata untuk bisa diterapkan para pekebun di lapangan,” jelasnya.

Ir. Heri DB sebagai founder BPI secara terpisah mengingatkan para pekebun untuk memperhatikan 3 faktor penting dalam mengelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan yaitu Tanaman, Tanah dan Manusia (TTM).

Menurutnya, tanaman yang paling penting diperhatikan adalah Populasi, Pupuk dan Panen. Ancaman berkurangnya populasi saat ini adalah potensi serangan Ganoderma.

“Oleh karenanya pekebun harus mulai melakukan pengendalian Ganoderma secara lebih terprogram dengan aplikasi musuh alami yaitu Trichoderma,” kata Heri.

Selanjutnya, Tanah yang kualitasnya semakin menurun ini dapat diatasi dengan mengganti sebagian pupuk kimia yaitu +/- 30% dengan menggunakan pupuk berbasis bio atau pupuk organic yang berkualitas serta memasukkan banyak bahan organic lain seperti jangkos ke kebun.

Dan Terakhir, Manusia adalah sumber daya utama yang akan menentukan keberhasilan pengelolaan kebun, oleh karenanya setiap kesempatan pelatihan yang di gagas oleh BPDP dan Ditjen Bun agar dimanfaatkan secara maksimal dengan cara banyak bertanya kepada narasumber BPI yang sebagian besar berlatar belakang praktisi, sehingga dapat memberikan alternatif solusi sesuai pengalaman narasumber.

“Panen dan Pasca Panen adalah aktifitas terakhir dalam rangkaian usaha perkebunan sawit, oleh karenanya pelatihan pada Gelombang 2 ini adalah sangat penting untuk diikuti sebaik-baiknya. Dan pesan saya, para pekebun sawit menggunakan kesempatan untuk sungguh-sungguh menyimak dan bertanya lebih banyak kepada para narasumber yang dihadirkan BPI,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini