Wujudkan Sawit Berkelanjutan, PT MKN Raih Sertifikat ISPO

0
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PT Mega Karya Nusa (MKN) meraih sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) sebagai komitmen terhadap produksi minyak sawit berkelanjutan. Sekaligus untuk meningkatkan daya saing minyak sawit Indonesia.

Direktur lembaga sertifikasi PT Mutu Indonesia Strategis Berkelanjutan (LS-MISB) Rismansyah Danasaputra mengatakan sertifikasi ISPO Perkebunan Kelapa Sawit dilakukan untuk menjaga lingkungan dan juga menjamin kualitas produk agar bersaing secara global.

“Setiap pemilik atau perusahaan pemilik perkebunan kelapa sawit dianjurkan memiliki sertifikat ISPO. Sertifikasi ini dilakukan untuk memastikan pengelola melakukan tugas dan kewajibannya dengan baik. Perkebunan tidak dikelola dengan merusak lingkungan di sekitarnya,” kata Rismansyah saat penyerahan sertifikat ISPO kepada Tomas Nugraha, CEO PT Mega Karya Nusa di Jakarta, 19/5/2021.

Menurut Rismansyah, mengapresiasi perusahaan perkebunan PT MKN, atas capaianya meraih sertifikat ISPO. PT MKN merupakan klien MISB ke 95 dari 99 perusahaan yang sudah meraih sertfikat ISPO.

“Selamat buat PT MKN, kebeberhasilan ini merupakan kerja keras semua pihak. Meraih sertifikat ISPO itu tidak mudah, banyak poses audit P &C yang mesti dilakukan. Kami turut Bangga PT MKN mampu meraihnya. Harapan kami kedepan mereka mampu mempertahankan performanya,” kata Rismansyah.

Apalagi, lanjut Rismansyah, kesadaran masyarakat dunia akan produk sawit keberlanjutan makin meningkat. Hal ini mendorong Indonesia sebagai negara produsen kelapa sawit utama di dunia untuk melakukan pembaharuan terhadap sistem sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) agar dapat diterima di pasar global.

Selain itu, ISPO menjadi pembuktian untuk menjawab tudingan-tudingan negatif terkait industri kelapa sawit nasional.

CEO PT MKN, Tomas Nugraha mengaku bangga, perusahaan yang dipimpinnya mampu meraih sertfikat ISPO. Menurutnya, dengan diraihnya sertifikat ISPO menunjukkan komitmen perusahaannya terhadap produksi minyak sawit yang berkelanjutan.

“Sebagai anggota GAPKI, ini merupakan wujud komitmen kami terhadap produksi minyak sawit yang berkelanjutan,” jelas Tomas.

Tomas mengakui, untuk meraih sertifikat ini prosesnya cukup panjang. Dengan tekad dan perjuangan, terutama dalam meningkatkan SDM, sehingga mampu memenuhi standar prinsip dan kriteria ISPO.

“Awalnya kami tidak mengerti banyak, namun setelah mempelajarinya, akhirnya dapat memahaminya. Apalagi PT MKN bukan perusahaan perkebunan yang besar,” jelasnya.
Menurutnya, hingga saat ini luas perkebunan PT MKN seluas 637 hektar dengan produksi rata-rata diatas 20 ton TBS per hektar/tahun.

“Meski kami bukan perusahaan yang besar, kami akan tetap berkomitmen terhadap produksi sawit yang berkelanjutan,” tegasnya.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong semua anggotanya untuk mendapat sertifikat ISPO. Hal ini sebagai komitmen GAPKI mendukung kebijakan pemerintah untuk menciptakan perkebunan kelapa sawit yg berkelanjutan.

“Dengan adanya UUCK seharusnya dapat mempercepat sertifikasi ISPO,” kata Eddy.

Menurut Eddy, sertifikasi ini menjadi semakin penting ditengah usaha-usaha menepis berbagai tuduhan negatif terhadap minyak kelapa sawit dan industrinya.

Para pengkritik, kebanyakan dari negara-negara non-produsen kelapa sawit, menuduh komoditas ini sebagai pemicu deforestasi besar besaran di negera penghasil kelapa sawit dalam beberapa dasawarsa terakhir ini.

“Kalau sudah tersertifikasi ISPO, berarti sudah clear and clean,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini