BPDP dan PASPI Luruskan Mitos Sawit Lewat Bedah Buku 

0

 

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) telah sukses menggelar kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku “Mitos Vs Fakta: Industri Minyak Sawit Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global Edisi Keempat di Universitas Jambi pada hari Rabu tanggal 5 November 2025.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMAEP) dan Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jambi.

Membuka kegiatan tersebut, Dr. Hj. Erni Achmad, S.E., M.Si., selaku Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Buku Mitos Vs Fakta Sawit ini hadir untuk menyampaikan data dan fakta dan meluruskan isu yang berkembang di tengah perdebatan global.

Senada dengan pernyataan tersebut, Zaid Burhan Ibrahim selaku Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP, dalam keynote speech-nya juga mengungkapkan bahwa Buku “Mitos vs Fakta Sawit” karya PASPI hadir sebagai instrumen ilmiah yang strategis dengan menempatkan data di atas opini dan fakta di atas persepsi. Selama ini, buku ini telah menjadi referensi penting dalam berbagai forum baik forum nasional maupun forum internasional. Buku ini juga menjadi salah satu referensi dalam perundingan di WTO dan dialog dengan Uni Eropa terkait kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Kegiatan Bedah dan Diseminasi Buku Mitos Vs Fakta Sawit di Universitas Jambi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Provinsi Jambi. Selain mahasiswa Universitas Jambi, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jambi, Universitas ⁠Batanghari, Universitas Nurdin Hamzah, UIN Sultan Thaha Saiffudin, dan Universitas Dinamika Bangsa.

Kegiatan ini juga turut dihadiri perwakilan asosiasi pelaku usaha sawit di Provinsi Jambi yakni Angga Suherman (Sekretaris Eksekutif GAPKI Jambi) dan Mashuri (Ketua DPW APKASINDO Jambi).

Membuka sesi diskusi, Dr. Tungkot Sipayung selaku Ketua tim penyusun buku Mitos Vs Fakta Sawit, menyampaikan bahwa latar belakang penyusunan buku Mitos Vs Fakta Sawit sebagai pengantar diskusi. Kehadiran minyak sawit telah merubah peta persaingan di pasar minyak nabati global. Dari segi harga (price competition), minyak sawit lebih unggul dibandingkan minyak nabati lainnya karena harganya relatif kompetitif (lebih murah).

Dominasi sawit tersebut membuat produsen minyak nabati lainnya menggunakan startegi non-price competition melalui penyebaran isu-isu yang bertujuan menurunkan konsumsi minyak sawit. Misalnya pada tahun 1970-an, American Soybean Assosiation (ASA) menuduh minyak sawit mengandung kolesterol dan merekomendasikan Pemerintah USA untuk melarang penggunaan minyak sawit di Amerika Serikat. Isu tersebut berhasil dibantah dengan berbagai riset yang menunjukkan minyak sawit tidak mengandung kolesterol. Selanjutnya pihak-pihak anti sawit tersebut menggunakan isu lingkungan dan sosial untuk kembali menjegal sawit di pasar global.

Buku Mitos Vs Fakta Sawit hadir untuk meluruskan mitos, isu negatif, dan black campaign yang menyudutkan sawit. Melalui data dan studi empiris yang dihasilkan oleh peneliti Indonesia maupun peneliti internasional, buku ini meng-counter mitos tersebut sekaligus menyampaikan fakta baik sawit terkait kontribusi dalam ekonomi, sosial, gizi/kesehatan, dan lingkungan.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan bedah buku oleh tiga dosen Universitas Jambi yakni Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, S.E., M.A. (Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB), Prof. Dr. Ir. Zulkifli Alamsyah, M.Sc (Dosen Program Studi Agribisnis Faperta), dan Dr. Ummi Kalsum, S.K.M., M.K.M (Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat FKIK).

Ketiga dosen Universitas Jambi tersebut mengungkapkan bahwa buku ini telah berhasil membuka wawasan melalui penyajian data dan informasi yang komprehensif terkait isu-isu sawit dalam berbagai aspek. Misalnya pada aspek sosial ekonomi, buku ini telah memotret kontribusi industri sawit dalam menciptakan kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga menciptakan devisa yang menyeimbangkan neraca perdagangan barang Indonesia. Demikian juga pada isu kesehatan, buku ini telah menyampaikan berbagai studi empiris untuk membantah berbagai isu seperti sawit mengandung kolesterol serta menyebabkan kanker, obesitas, dan diabetes.

Ketiga dosen pembahas juga berharap buku edisi kelima untuk dipublikasikan, dimana edisi kelima tersebut dapat mengakomodir current issues dan studi empiris terbaru. Isu ekonomi terbaru yang dimaksudkan yakni terkait dinamika pasar global, ketimpangan ekonomi antar pelaku usaha sawit, sertifikasi keberlanjutan (rendanya pencapaian ISPO), dan opportunity cost dari akselerasi mandatori biodiesel yakni B50 maupun pengembangan biofuel sawit lainnya.

Merujuk kembali pada keynote speech yang disampaikan oleh Zaid Burhan Ibrahim (Plt. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP) bahwa kegiatan bedah dan diseminasi buku di Universitas Jambi ini perlu dimanfaatkan sebagai ruang ilmiah untuk memperkuat pemahaman, meluruskan persepsi, dan memperkaya dialog tentang sawit. Diharapkan pula melalui sinergi antara dunia akademik, lembaga riset, dan pemerintah, kita dapat membangun narasi yang kuat, positif dan berimbang bahwa sawit Indonesia adalah industri yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini