Agung Suganda Resmi Jabat Dirjen PKH, Berikut Profil dan Riwayat Pendidikannya

0
Agung Suganda baru saja dilantik dan dikukuhkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan). (Foto: Humas Ditjen PKH)

Agung Suganda baru saja dilantik dan dikukuhkan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebagai Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan).

Pria kelahiran Indramayu pada 25 November 1976 ini menggantikan Nasrullah, yang kini menduduki posisi sebagai Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional.

Dia memulai perjalanan akademisnya dengan mengukir prestasi di bidang kedokteran hewan. Dia meraih gelar Sarjana Kedokteran Hewan dari IPB University pada tahun 1998. Setelah menyelesaikan studi sarjana, dia melanjutkan pendidikannya di institusi yang sama dan memperoleh gelar Dokter Hewan pada tahun 2000.

Keinginannya untuk mendalami lebih jauh aspek kesehatan masyarakat veteriner membawanya meraih gelar Master Kesehatan Masyarakat Veteriner dari IPB University pada tahun 2006. Terakhir, dia menyelesaikan studi Doktor di bidang Studi Pembangunan di Universitas Hasanuddin pada tahun 2024.

Sebelum dilantik sebagai Dirjen PKH, dia menjabat sebagai Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak di Direktorat Jenderal (Ditjen) PKH dari tahun 2022. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) dari 2018 hingga 2021.

Selama periode yang sama, dia juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari dan Balai Besar Penelitian Veteriner (BBVet) Denpasar pada tahun 2020.

Karier sebelumnya termasuk sebagai Kepala Subdirektorat Sanitary dan Standardisasi di Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner pada 2008 hingga 2017, dan Quality Assurance di PT Japfa Santori Indonesia pada 2000 hingga 2004.

Dia memperoleh pengakuan atas dedikasinya di bidang peternakan melalui penghargaan Satyalancana Karya Satya X Tahun, menilai konsistensinya dalam memajukan dan memproduksi bibit ternak.

Salah satu upaya utamanya adalah menerapkan pola pengembangan integrasi pangan dan ternak. Meskipun menghadapi kendala seperti rendahnya sistem usaha tani pangan dan keterbatasan pendanaan modal usaha, terutama untuk pengadaan ternak bibit, dia tetap fokus pada solusinya.

Untuk memaksimalkan pola pengembangan ini, dia mengusulkan langkah-langkah strategis, termasuk penyiapan sumber daya manusia, pengembangan kelembagaan tani ternak, dan optimalisasi pemanfaatan lahan serta produk sampingan untuk pakan ternak.

Dia juga mengusulkan langkah tambahan seperti mendorong peningkatan populasi ternak betina produktif dan menciptakan regulasi yang mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memperkuat integrasi pangan dan ternak serta mendukung kemajuan berkelanjutan dalam sektor peternakan.

Tak hanya itu, dia juga merupakan salah satu pendiri Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS), sebuah organisasi non-pemerintah yang berfokus pada kesehatan hewan, kesejahteraan hewan, dan keamanan pangan di Indonesia.

Selain itu, dia terlibat sebagai Dewan Penasehat di Ikatan Alumni Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University untuk periode 2022 hingga 2026.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini