Badan Penggelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia perkuat Santripreneur UKMK sawit Riau melalui kegiatan Workshop Pemberdayaan dan Peningkatan Kemampuan Wirausaha bagi Pondok Pesantren dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat.
Kegiatan ni dilakukan pada 4 dan 5 Oktober 2021 di Hotel Alpha Pekanbaru Riau dan Pesantren Teknologi Riau dan merupakan kelanjutan dari kegiatan Workshop Santripreneur UKMK berbasis sawit yang telah dilaksanakan pada 24-25 Februari 2021.
Rangkaian kegiatan dibagi dalam dua kegiatan yaitu pemaparan materi teknis pembibitan sawit dan program Santripreneur UKMK Sawit. Pemaparan terkait peraturan penangkaran bibit sawit disampaikan oleh narasumber dari UPTD Benih Dinas Perkebunan Riau, Program Santripreneur UKMK Sawit oleh Pusat Ekonomi Bsnis dan Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia , Tahapan pembibitan Kelapa sawit pre nursery dan main nursery disampaikan narasumber dari PT Bina Sawit Makmur dan Pengendalain Hama Penyakit di pembibitan sawit disampaikan oleh narasumber dari PT Damimas. Praktek lapang pembibitan Sawit dengan instruktur dari APKASINDO.
Dalam sambutan Helmi Muhansyah Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS mengharapkan kegiatan ini akan kewirausahaan dan mengembangkan UKMK berbasis sawit di lingkungan pondok pesantren.
“Khususnya dalam penyedian bibit bagi percepatan Program Peremajaan Sawit Rakyat; Meningkatkan kemitraan UKMK berbasis sawit di lingkungan pondok pesantren dengan berbagai pihak; Meningkatkan kesejahteraan para pekebun sawit rakyat di lingkungan pondok pesantren, baik secara kelembagaan UKMK-nya maupun individu para pelakunya, Meningkatkan citra (brand image) lembaga pesantren di wilayah berbasis kelapa sawit,” katanya.
Menurut Helmi, kedepan pesantren tidak hanya dilihat sebagai institusi yang berfokus pada kegiatan keagamaan tetapi juga memprioritaskan pemberdayaan potensi ekonomi berbasis kelapa sawit di lembaga dan daerahnya; dan Membangun peningkatan citra sawit.
“Sehingga lebih sejalan dengan keagamaan di Indonesia, yang selanjutnya diharapkan bisa berkontribusi dalam memperbaiki persepsi negatif terhadap industri kelapa sawit di Indonesia agar menjadi industri yang lebih ramah lingkungan (environmentally friendly) dan berkelanjutan (sustainable),” jelas Helmi.
Hadir dalam Kegiatan Workshop Zulfadli Kepala Dinas Perkebunan Propinsi Riau, Rino Afrino Seketaris Jendral APKASINDO, KH M Thohir Ketua Ikatan Alumni Alumni Pondok Pesantren Riau dan Pimpinan pondok pesantren berbasis sawit dari 11 Kabupaten Se Provinsi Riau. Dalam Kegiatan Praktek Lapang Pembibitan Santripreneur UKMK sawit di Pesantren teknologi Riau turut Hadir H Suher Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau, KH Zainal Abidin Ketua Himpunan Ekonomi Pesantren (HEBITREN) Provinsi Riau sekaligus pimpinan pondok pesantren Al Amin Dumai, KH Ahmad Mantiq Alimudin, Pimpinan Pesantren Teknologi Riau dan Perwakilan dari PT Sampoerna Agro.





























