Dedikasi pada Keberlanjutan, Astra Agro Sabet ESG Awards 2025 dari Katadata

0

 

Lampu sorot menembus langit-langit ballroom sebuah hotel di Jakarta, Rabu malam, 10 September 2025. Musik mengiringi satu per satu nama perusahaan besar yang dipanggil ke panggung. Malam itu, Katadata menggelar ajang Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) dengan tema “Green for Resilience”. Puncak acaranya: penganugerahan Katadata ESG Awards 2025.

Di antara deretan nama pemenang, PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) mencuri perhatian. Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini menerima penghargaan bergengsi untuk sektor Perkebunan, kategori Pilar Sosial. Sorak tepuk tangan mengiringi saat perwakilan perusahaan naik ke panggung, simbol pengakuan atas komitmen mereka pada praktik keberlanjutan.

CEO sekaligus Co-Founder Katadata, Metta Dharmasaputra, menegaskan penghargaan ini bukan sekadar seremoni. “Katadata ESG Awards ini didasarkan pada Katadata ESG Index yang telah disusun sejak 2022,” ujarnya di podium. Tahun ini, penilaian diperluas dengan pilar baru: gender. Pilar itu dirancang bersama Katadata Insights Center, IBCWi, dan Investing in Women. Ada delapan sektor industri yang dinilai, dari perbankan, energi, makanan-minuman, hingga perkebunan.

Bagi pemerintah, kehadiran perusahaan-perusahaan dengan standar keberlanjutan tinggi dianggap krusial. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, dalam sambutannya menyebut perkebunan sebagai salah satu sektor strategis. “Dengan adanya penghargaan ini, kami lebih percaya diri bahwa sektor perkebunan sudah menerapkan praktik keberlanjutan,” katanya.

Di balik panggung penghargaan itu, Astra Agro membawa cerita panjang tentang strategi bisnis dan tanggung jawab sosial. Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menyebut perusahaan memiliki 12 inisiatif yang terangkum dalam Sustainability Aspirations. Target-target itu dirancang hingga 2030, dengan fokus pada tiga poros: portfolio, people, dan public contribution. Semua terikat dalam strategi Triple-P Roadmap dengan Good Corporate Governance sebagai penggerak utama.

Sepanjang 2024, perusahaan mencatat beragam capaian. Pada pilar ekonomi, Astra Agro menjalin kemitraan dengan 583 mitra dan 44.500 petani pemasok, menghasilkan 2,9 juta ton tandan buah segar. Di pilar lingkungan hidup, mereka meluncurkan kampanye SemangkupSemangat Kurangi Plastik—serta menyediakan akses air bersih bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Pilar sosial terlihat paling kuat. Melalui program P2KPA, Astra Agro masuk ke ruang kelas, mendampingi 194 sekolah, 2.539 guru, dan lebih dari 49 ribu siswa. Program itu mendorong sekolah binaan meraih predikat Sekolah Ramah Anak. Di sisi kesehatan, perusahaan menyalurkan bantuan pangan tambahan dan vitamin untuk lebih dari 3.000 ibu hamil, 18 ribu bayi dan balita, serta mendampingi ribuan kader posyandu desa.

Susila menegaskan ESG bagi Astra Agro bukan jargon. “ESG adalah parameter nyata yang memandu perusahaan dalam mengambil keputusan,” katanya. Menurutnya, penghargaan dari Katadata ini menjadi pengakuan sekaligus motivasi untuk terus melangkah. “Penerapan prinsip ESG bukan hanya kewajiban, tapi fondasi dalam setiap langkah bisnis Astra Agro.”

Bagi industri sawit, pencapaian semacam ini punya arti ganda. Sawit lama identik dengan isu deforestasi, konflik agraria, hingga kerusakan lingkungan. Laporan organisasi lingkungan sering menyoroti sisi gelap industri ini. Dalam konteks itu, upaya Astra Agro dan pengakuan publik seperti ESG Awards menjadi bagian dari narasi baru: bahwa sawit bisa berjalan seiring dengan keberlanjutan, setidaknya menurut versi korporasi.

Tetapi penghargaan tidak serta-merta menyelesaikan problem struktural. Tantangan besar tetap menanti, mulai dari keterbukaan rantai pasok, efisiensi lahan, hingga tata kelola yang benar-benar ramah lingkungan. ESG di atas kertas akan diuji di lapangan, terutama di desa-desa sekitar kebun di Kalimantan dan Sulawesi, tempat Astra Agro beroperasi.

Di tengah sorotan itu, malam penghargaan SAFE 2025 memberi panggung bagi Astra Agro untuk menegaskan posisinya. Bahwa bisnis sawit, jika dikelola dengan strategi keberlanjutan, bisa mengklaim legitimasi sosial dan lingkungan. Setidaknya, begitulah pesan yang ingin mereka sampaikan lewat piala bergengsi dari Katadata.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini