Kolom
Rapolo Hutabarat
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN)
Tanah air Indonesia dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai sumber daya alam yang terdapat di perairan, darat dan laut seperti minyak, gas dan mineral dibawah permukaan tanah, keragaman flora dan fauna – berbagai jenis tanaman dan tumbuhan yang tumbuh subur dan produktif.
Khusus untuk tanaman perkebunan yang sudah dibudidayakan secara luas dan komersil antara lain adalah Kelapa. Tanaman ini sangat mudah kita temukan di seluruh pelosok tanah air, dari Sabang sampai Merauke terutama di pedesaan mulai dari dataran rendah hingga dataran medium.
Tanaman kelapa merupakan sumber daya hayati yang digunakan sebagai minyak goreng sebelum berkembangnya industri kelapa sawit sebagai penghasil utama minyak goreng di Indonesia. Namun demikian, minyak goreng kelapa masih dapat kita temukan di super market dalam jumlah terbatas dan harganya relatif jauh lebih mahal bila dibandingkan dengan minyak goreng sawit.
Di kawasan Asia Tenggara, semua negara anggota the Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang terdiri dari 11 negara memiliki budidaya kelapa hingga perkebunan skala besar, kecuali Singapura. Anggota ASEAN yang menghasilkan kelapa dan sekaligus sebagai produsen utama dunia adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam dan Timor Leste.
Kelapa yang diproses segar dan buah yang dikeringkan (Kopra) dapat menghasilkan minyak yang bernilai tambah tinggi. Kopra yang menghasilkan minyak (coconut oil) banyak digunakan sebagai bahan baku untuk pangan, farmasi, kosmetik dan bahkan sebagai Bioavtur/Jet fuel. Dunia penerbangan saat ini sedang menyusun peta jalan penggunaan jet fuel yang berbasis minyak nabati yang dikenal dengan istilah Sustainable Aviation Fuel (SAF) yang salah satu sumber bahan bakunya menggunakan minyak kelapa (coconut oil). Indonesia sebagai salah satu negara produsen utama kelapa dan/atau minyak kelapa memiliki peluang sebagai pemain utama untuk memproduksi SAF tersebut.
Minyak kelapa sebagai sumber pangan mengandung fitonutrien yang sangat bermanfaat bagi Kesehatan. Fitonutrien tersebut adalah sebagai berikut: alkaloid 38.230 mg/100g; tannin 28.124 mg/100g; saponins 16.185 mg/100g; flavonoid 29.745 mg/100g; phenol 79.167 mg/100g; steroid 0.915 mg/100g; terpenoid 1.251 mg/100g; and glycoside 0.506 mg/100g.
Minyak kelapa juga dapat digunakan sebagai bahan baku industri oleochemical untuk menghasilkan produk intermediat seperti Fatty Alcohol, Fatty Acid, Ester, Medium Chain Triglyceride (MCT), Glyceril Monostearate (GMS) dan lain-lain. Produk intermediat tersebut selanjutnya akan digunakan oleh industri lainnya seperti kosmetik, farmasi dan oleo pangan.
Selain kedua hal tersebut (sebagai sumber fitonutrien dan oleochemical) minyak kelapa memiliki peluang yang sangat besar digunakan sebagai bahan baku untuk mengasilkan Bioavtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF). Minyak kelapa ini mirip dengan minyak inti kelapa sawit Refined Bleached and Deodorized Palm Kernel Oil (RBDPKO) yang sudah diuji coba terbang oleh maskapai Garuda Indonesia. Uji terbang tersebut dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2023 yang lalu dengan menggunakan pesawat seri 737-800 NG dengan campuran 2.4% pada rute bandara Soekarno Hatta, Jakarta – bandara Adisoemarmo, Solo (Pulang Pergi).
Di organisasi penerbangan sipil internasional/International Civil Aviation Organization (ICAO) telah memasukan memasukkan kelapa non standar di dalam positive list ICAO – ICAO document – CORSIA Default Life Cycle Emissions Values for CORSIA Eligible Fuels, Edisi ke-6 pada tanggal 28 Oktober 2024. Kelapa non standar itu meliputi kelapa tua, berukuran sangat kecil, sudah bertunas, mulai membusuk atau berjamur dan yang pecah. Berdasarkan data dari beberapa riset yang dilakukan bahwa jumlah kelapa non standar di Indonesia diperkirakan mencapai 30% dari produksi kelapa Indonesia.
Namun demikina, untuk minyak kelapa (laurat) yang diproses melalui Hydroprocessed Esters and Fatty Acids (HEFA) belum masuk di daftar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai bahan baku SAF, masih HEFA secara umum yang berbasis minyak nabati umum. Hal ini menjadi tugas kita bersama pemerintah dan pelaku industri untuk memasukkan minyak kelapa sebagai bahan baku SAF.
Tanaman Kelapa
Asal Usul Tanaman Kelapa
Tanaman kelapa adalah anggota genus Cocos pertama kali digunakan oleh Vasco da Gama dan daerah asalnya adalah lembah-lembah Andes di Kolombia. Fosil tertua buah yang paling mirip dengan kelapa ditemukan di Selandia Baru dan diperkirakan berusia sekitar 5,3 juta tahun yang lalu. Tetapi secara umum yang diterima bahwa kelapa diperkirakan berasal dari kawasan khatulistiwa yang membentang dari India, Indonesia hingga kepulauan Pasifik.
Menurut sejarah lainnya, pohon kelapa adalah tanaman yang berasal dari Asia Selatan dan tepatnya dari Malaysia atau dari Pasifik Barat. Tanaman kelapa menyebar dari satu negara ke negara lain dan cara penyebarannya diperkirakan terjadi lewat buah kelapa yang hanyut mengikuti aliran air laut atau sungai. Cara lainnya, buah kelapa di bawa oleh awak kapal dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya.
Pohon kelapa yang memiliki nama latin coconus nucifera merupakan tanaman tropis yang dapat tumbuh hampir di seluruh pelosok Nusantara. Meski banyak ditemui di Indonesia, pohon kelapa ternyata bukan berasal dari Indonesia.
Agroklimat untuk budidaya tanaman kelapa, temperatur 20-35oC; curah hujan 1000-3500 mm/tahun; pH tanah 4,5-8,5 dan ketinggian tempat berkisar 0-500 meter dari permukaan laut.
Data Luas, Produksi dan Ekspor-Impor Kelapa Indonesia
Luas lahan dan produksi kelapa Indonesia tahun 2021-2024 dapat dilihat pada Tabel 1 dibawah ini.
Tabel 1. Luas dan Produksi Kelapa Indonesia Tahun 2021-2024
| Tahun | Luas (Ha) | Produksi (Ton) | ||||||
| P. Rakyat | BUMN | Swasta | Jumlah | P. Rakyat | BUMN | Swasta | Jumlah | |
| 2021 | 3.324.741 | 3.912 | 26.882 | 3.355.535 | 2.846.801 | 2.418 | 28.286 | 2.877.504 |
| 2022 | 3.305.662 | 469 | 34.709 | 3.340.840 | 2.828.818 | 745 | 37.491 | 2.867.054 |
| 2023 | 3.296.325 | 468 | 34.773 | 3.331.566 | 2.801.368 | 689 | 35.969 | 2.838.025 |
| 2024 | 3.300.894 | 469 | 34.821 | 3.336.183 | 2.861.856 | 704 | 36.745 | 2.899.305 |
| Sumber data: Statistik Perkebunan Jilid I 2022-2024 | ||||||||
Berdasarkan Tabel 1 diatas, luas perkebunan kelapa Indonesia yang dimiliki oleh rakyat mencapai 98% dari luas tanaman kelapa Indonesia sehingga peranan petani kelapa sangat penting dan strategis.
Volume dan nilai ekspor kelapa serta produk turunannya periode tahun 2021-2024 dapat dilihat pada Tabel 2 dibawah ini.
Tabel 2. Volume dan Nilai Ekspor Kelapa dan Produk Turunannya 2021-2024
| HS Produk | Deskripsi | 2023 | 2024 | |||
| Volume (Kg) | Nilai (U$) | Volume (Kg) | Nilai (U$) | |||
| 08011100 | Kelapa diparut atau dikeringkan) | 113.670.875 | 125.962.697 | 119.230.729 | 176.624.425 | |
| 08011200 | Kelapa didalam kulit endocarp segar | 380.883.323 | 75.329.685 | 431.915.857 | 113.585.055 | |
| 08011910 | Kelapa muda | 242.077 | 72.049 | 926.001 | 336.984 | |
| 08011990 | Kelapa Olahan Lainnya | 376.600.486 | 76.036.273 | 623.461.021 | 181.257.007 | |
| 12030000 | Kopra | 45.668.662 | 33.533.218 | 29.739.745 | 25.745.675 | |
| 15131100 | Minyak kelapa | 0 | 0 | 0 | 0 | |
| 15131110 | Virgin coconut oil (VCO) | 17.364.423 | 17.834.990 | 21.298.544 | 26.868.307 | |
| 15131190 | Kopra dan fraksinya selain VCO | 350.683.920 | 328.451.274 | 311.905.376 | 385.663.342 | |
| 15131910 | Fraksi dari minyak kelapa tidak dimurnikan | 3.613.522 | 4.410.830 | 1.818.655 | 2.692.741 | |
| 15131990 | Minyak kelapa setengah jadi (lain-lain dari minyak kelapa (kopra) | 368.219.835 | 392.268.311 | 342.354.821 | 478.263.690 | |
| 23065000 | Bungkil kelapa | 290.147.474 | 62.381.167 | 193.081.197 | 32.162.644 | |
| 53050021 | Serat kelapa (coir) mentah | 1.284.552 | 169.742 | 1.100.031 | 166.708 | |
| 53050022 | Serat kelapa (coir) lainnya | 24.897.674 | 4.154.384 | 19.691.057 | 3.082.347 | |
| TOTAL | Sumber data: BPS | 1.973.276.825 | 1.120.604.619 | 2.096.523.035 | 1.426.448.925 | |
| Sumber data: BPS, 2025. | ||||||
Posisi Indonesia secara global dengan negara-negara produsen utama kelapa dunia dapat dilihat pada Tabel 3 dibawah ini.
Tabel 3. Luas, Produksi dan Produktifitas Negara Produsen Utama Kelapa Dunia Tahun 2021
| No | Negara Produsen | Luas (ha) | Produksi (Juta biji) | Produktifitas (Biji/ha) |
| 1 | Philippines | 3.647.00. | 14.717.000 | 4.035 |
| 2 | Indonesia | 3.374.000 | 14.200.000 | 4.209 |
| 3 | India | 2.199.000 | 20.736.000 | 9.430 |
| 4 | Sri Lanka | 444.000 | 3.120.000 | 7.027 |
| 5 | Papua New Guinea | 222.000 | 1.483.000 | 6.680 |
| 6 | Vietnam | 168.000 | 1.410.000 | 8.393 |
| 7 | Thailand | 126.000 | 644.000 | 5.111 |
| 8 | Vanuatu | 88.000 | 303.000 | 3.443 |
| 9 | Kenya | 85.000 | 289.000 | 3.400 |
| 10 | Malaysia | 83.000 | 556.000 | 6.699 |
| 11 | Fiji | 61.000 | 244.000 | 4.000 |
| 12 | Solomon Islands | 38.000 | 100.000 | 2.632 |
| 13 | Tonga | 26.000 | 53.000 | 2.038 |
| 14 | Kiribati | 25.000 | 145.000 | 5.800 |
| 15 | Samoa | 20.000 | 53.000 | 2.650 |
| 16 | F.S.Micronesia | 18.000 | 78.000 | 4.333 |
| 17 | Jamaica | 16.000 | 167.000 | 10.438 |
| 18 | Timor Leste | 12.000 | 26.000 | 2.167 |
| 19 | Guyana | 12.000 | 92.000 | 7.667 |
| 20 | Marshall Island | 7.000 | 18.000 | 2.571 |
| 21 | Other Countries | 1.586.000 | 8.240.000 | 5.195 |
| Total | 12.257.000 | 66.674.000 | 5.440 |
Source: International Coconut Community (ICC) Statistical Year Book 2021
https://coconutboard.gov.in/Statistics.aspx
Budidaya dan Produktifitas
Budidaya tanaman kelapa dengan tujuan memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan produktfitasnya dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui (1) penanaman oleh rakyat di seluruh pelosok tanah air sebagai tanaman pekarangan industri dan (2) melalui pembukaan lahan perkebunan oleh negara dan swasta dengan menanam bibit unggul (bersertifikat).
Jenis bibit kelapa di Indonesia terbagi atas tiga jenis, yaitu genjah, hibrida dan kelapa dalam. Kelapa dalam dapat mencapai 30 meter; ukuran kelapa 1,5-2,5 kg/butir dan mulai panen 6-8 tahun dengan umur produktif 60 tahun. Kelapa hibrida mencapai 40 tahun dan potensi produksi kopra berkisar 4-5 ton/ha/tahun. Kelapa genjah tingginya mencapai 12 meter; ukuran buah 1,5 kg/butir dan umur mulai panen 3-4 tahun setelah tanam.
Budidaya yang dilakukan oleh masyarakat dapat dilakukan dengan Gerakan Nasional Tanam Kelapa (Gernastaka/GNTK). Gerakan tersebut dapat dilakukan di seluruh Desa yang ada di Indonesia yang saat ini berjumlah 75.753 desa. Potensi ekonomi dari GNTK ini dapat dilihat pada Tabel 4 dibawah ini.
Tabel 4. Potensi Ekonomi Gerakan Nasional Tanam Kelapa Seluruh Desa Indonesia (75.753)
| Jumlah
Desa |
GNTK/Desa
(Ha) |
Total GNTK
(Ha) |
Populasi/Ha | Produksi
(pohon/tahun) |
Rendemen
Kopra (20%) |
Rendemen minyak dari kopra (60%) |
| 75.753 | 100 Ha/Desa | 7.575.300 | 140 pohon | 120 butir | 25.453.008 ton | 15.271.804 ton |
| 200 Ha/Des | 15.150.600 | 140 pohon | 120 butir | 50.906.016 ton | 30.543.609 ton |
Jika merujuk kepada agroklimat dan berbagai faktor budidaya, dari jumlah 75.753 desa yang sesuai untuk budidaya kelapa sekitar 50-60% maka potensi ekonomi dari GNTK tersebut adalah seperti pada Tabel 5 dibawah ini.
Tabel 5. Potensi Ekonomi Gerakan Nasional Tanam Kelapa Seluruh Desa Indonesia
| Jumlah
Desa |
GNTK/Desa
(Ha) |
Total GNTK
(Ha) |
Populasi/Ha | Produksi
(pohon/tahun) |
Rendemen
Kopra (20%) |
Rendemen minyak dari kopra (60%) |
| (50%)
37.877 |
100 Ha/Desa | 3.787.700 | 140 pohon | 120 butir | 12.726.672 ton | 7.636.003 ton |
| 200 Ha/Desa | 7.575.400 | 140 pohon | 120 butir | 25.453.344 ton | 15.272.006 ton | |
| (60%)
45.452 |
100 Ha/Desa | 4.545.200 | 140 pohon | 120 butir | 15.271.872 ton | 9.163.123 ton |
| 200 Ha/Desa | 9.090.400 | 140 pohon | 120 butir | 30.543.744 ton | 18.326.246 ton |
Angka simulasi pada Tabel 5 tersebut diatas tentu sangat dinamis terutama dari sisi kesesuaian agroklimatnya. Disamping itu juga perlu disusun suatu peta jalan (road map) tahapan luasan yang akan ditanam kurun waktu 1-10 tahun dengan skala luasan 100-200 ha per desa termasuk industri pembibitannya (jenis kelapa unggul yang bersertifikat). Dengan kata lain, GNTK ini dapat disusun menjadi Rencana Strategi Industrialisasi (hulu-hilir) Kelapa di Indonesia melalui Koperasi sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Indonesia (RPJP) sub sektor tanaman kelapa sebagai penghasil minyak nabati.
Perdagangan Minyak Nabati Dunia
Minyak nabati utama dunia sebagai sumber pangan, pakan dan energi yang bersumber dari biji-bijian ada 10 jenis, yaitu: kedelai, kapas, kacang tanah, bunga matahari, kanola, wijen, minyak inti sawit, kelapa, rami dan jarak.
Luas, produksi dan produktifitas 10 jenis biji-bijian sebagai sumber minyak nabati dunia tahun 2021-2024 disajikan pada Tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6. Luas, Produksi dan Produktifitas 10 Jenis Sumber Minyak Nabati Dunia 2021-2024
| Sumber
minyak |
Produksi (Juta ton) | Produktifitas (Ton/ha) | Luas panen (Juta ha) | |||||||||
| 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | 2021 | 2022 | 2023 | 2024 | |
| Kedelai | 354.03 | 356.89 | 367.89 | 402.26 | 2.74 | 2.68 | 2.73 | 2.87 | 128.99 | 133.41 | 134.74 | 140.11 |
| Kapas | 42.30 | 41.10 | 39.81 | 40.17 | 1.29 | 1.27 | 1.24 | 1.26 | 32.91 | 32.39 | 32.15 | 31.76 |
| K. Tanah | 32.75 | 34.66 | 33.34 | 34.75 | 1.17 | 1.18 | 1.16 | 1.18 | 28.06 | 29.31 | 28.64 | 29.43 |
| Matahari | 53.08 | 57.97 | 53.63 | 55.98 | 1,90 | 1.94 | 1.82 | 1.85 | 27.89 | 29.91 | 29.41 | 30.21 |
| Kanola | 66.06 | 66.98 | 79.25 | 77.45 | 1.95 | 1.83 | 2.02 | 1.99 | 33.94 | 36.67 | 39.28 | 39.01 |
| Wijen | 5.55 | 5.40 | 5.51 | 5.73 | 0.63 | 0.61 | 0.62 | 0.63 | 8.82 | 8.89 | 8.95 | 9.13 |
| Inti sawit | 18.16 | 18.75 | 19.15 | 19.43 | 0.78 | 0.77 | 0.77 | 0.77 | 23.32 | 24.37 | 24.74 | 25.11 |
| Kelapa | 4.69 | 5.17 | 4.75 | 4.90 | 0,50 | 0,55 | 0.50 | 0,51 | 9.45 | 9.47 | 9.53 | 9.55 |
| Rami | 3.03 | 3.04 | 3.50 | 3.30 | 0.90 | 0.76 | 0.88 | 0.89 | 3.36 | 3.98 | 3.95 | 3.73 |
| Jarak | 1.75 | 1.73 | 2.17 | 2.03 | 1.55 | 1.61 | 1.76 | 1.74 | 1.13 | 1.08 | 1.23 | 1.16 |
| Dunia | 581.40 | 591.70 | 609.01 | 646.00 | 1.95 | 1.91 | 1.95 | 2.02 | 297.87 | 309.47 | 312.62 | 319.20 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023 | ||||||||||||
Merujuk pada Tabel 6 diatas berdasarkan luas panen tahun 2024, terlihat jelas bahwa luas lahan kelapa hanya berkisar 2.99% dari luas panen minyak nabati dunia, luas panen kelapa sawit hanya berkisar 7.86% sedangkan luas panen tanaman kedelai mencapai 43.89%.
Negara tujuan ekspor kopra, minyak kelapa dan bungkil kopra dunia tahun 2018-2022 disajikan pada Tabel 7-9 dibawah ini.
Tabel 7. Negara Tujuan dan Volume Eskpor Kopra Tahun 2018-2022 (1000 Ton)
| Negara Tujuan | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 |
| Bangladesh | 20.1 | 21.2 | 23.6 | 23.6 | 30.7 |
| India | 13.3 | 13.1 | 13.2 | 10.6 | 0.3 |
| Pakistan | 2.3 | 2.1 | 6.3 | 4.7 | 0.7 |
| Philippina | 5.6 | 7.1 | – | – | 5.5 |
| Lainnya | 0.1 | 0.3 | 0.7 | 0.3 | 0.3 |
| TOTAL | 41.4 | 43.8 | 43.8 | 39.2 | 37.5 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023 | |||||
Tabel 8. Negara Tujuan dan Volume Ekspor Minyak Kelapa Tahun 2018-2022 (1000 Ton)
| Negara Tujuan | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 |
| Belanda | 163.2 | 87.9 | 83.9 | 78.4 | 94.8 |
| Spanyol | – | – | – | 3.5 | 5.5 |
| Russia | 13.2 | 15.8 | 18.3 | 21.1 | 25.1 |
| Ukraina | 6.3 | 4.0 | 4.7 | 8.1 | – |
| Aljazair | 2.4 | 3.0 | 1.3 | 0.5 | 1.4 |
| Mesir | 2.7 | 3.6 | 4.3 | 3.9 | 8.1 |
| Mauritius | 4.0 | – | – | – | – |
| Afrika Selatan | 4.5 | 3.1 | 3.1 | 1.9 | 3.0 |
| Tunisia | 3.0 | 3.6 | 2.2 | 2.7 | 8.5 |
| Amerika Serikat | 99.3 | 113.6 | 101.2 | 134.8 | 140.0 |
| Tiongkok/China | 105.3 | 118.0 | 88.4 | 106.8 | 124.3 |
| India | 4.8 | 7.4 | 6.9 | 3.1 | 1.1 |
| Iran | 7.8 | 13.0 | 10.0 | 7.6 | 5.7 |
| Jepang | 2.2 | 1.8 | 3.1 | 1.1 | 1.1 |
| Korea Selatan | 56.8 | 48.6 | 33.7 | 32.2 | 30.8 |
| Malaysia | 147.8 | 128.8 | 118.5 | 116.7 | 195.3 |
| Arab Saudi | 0.1 | 6.0 | – | – | 0.5 |
| Singapura | 23.9 | 24.6 | 21.9 | 22.1 | 19.5 |
| Sri Lanka | 5.3 | 3.4 | 46.7 | 44.6 | 2.9 |
| Thailand | 5.8 | 5.4 | 11.2 | 7.3 | 11.7 |
| Turkiye | 2.1 | 2.2 | 1.5 | 0.6 | 5.4 |
| Uni Emirat Arab | 0.3 | 1.4 | 2.6 | 1.8 | 3.6 |
| Lainnya | 16.5 | 19.2 | 18.3 | 15.7 | 22.6 |
| TOTAL | 677.8 | 614.4 | 581.7 | 614.4 | 711.0 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023 | |||||
Volume ekspor minyak kelapa dunia menunjukkan kecenderungan meningkat, tahun 2021 sebanyak 614,4 ribu ton menjadi 711,0 ribu ton pada tahun 2022. Negara pengimpor minyak kelapa tersebesar adalah Belanda, Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Singapura dan Amerika Serikat.
Tabel 9. Negara Tujuan dan Volume Ekspor Bungkil Kopra Tahun 2028-2022 (1000 Ton)
| Negara Tujuan | 2018 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 |
| Tiongkok/China | 6.5 | 3.3 | – | 6.6 | 96.8 |
| India | 140.6 | 133.0 | 123.1 | 116.3 | 63.8 |
| Korea Selatan | 164.8 | 94.5 | 55.2 | 82.6 | 116.5 |
| Philippina | – | – | – | 4.5 | – |
| Vietnam | 18.6 | 5.1 | 3.3 | 18.6 | 38.7 |
| Lainnya | 1.7 | 1.8 | 1.2 | 1.0 | 1.9 |
| TOTAL | 332.2 | 237.6 | 182.8 | 229.6 | 317.8 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023 | |||||
Kontribusi minyak kelapa terhadap produksi dan kebutuhan (pemakaian) minyak nabati dunia tahun 2020-2022 dapat dilihat pada Tabel 10 dibawah ini.
Tabel 10. Kontribusi Produksi dan Pemakaian Minyak Kelapa Terhadap 11 Jenis Minyak Nabati Dunia Tahun 2020-2022 (1000 Ton)
| Sumber minyak | Produksi (Juta ton) | Pemakaian (Juta ton) | ||||||
| 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | 2019 | 2020 | 2021 | 2022 | |
| Kedelai | 57,019 | 58,734 | 60,221 | 59,543 | 56,928 | 58,261 | 59,355 | 59,752 |
| Jagung | 4,333 | 4,192 | 4,367 | 4,477 | 4,342 | 4,165 | 4,313 | 4.443 |
| Kapas | 4,610 | 4,614 | 4,446 | 4,370 | 4,679 | 4,617 | 4,440 | 4,371 |
| Kacang Tanah | 4,003 | 4,205 | 4,406 | 4,678 | 4,064 | 4,157 | 4,372 | 4,672 |
| Bunga Matahari | 20,804 | 21,308 | 18,946 | 20,095 | 20,086 | 21,440 | 19,155 | 19,135 |
| Kanola/Rapeseed | 25,251 | 25,767 | 26,995 | 26,816 | 25,507 | 25,451 | 27,045 | 26,778 |
| Wijen/Sesame | 869 | 867 | 856 | 817 | 864 | 864 | 851 | 818 |
| Inti sawit | 8,106 | 7,880 | 7,958 | 8,237 | 7,926 | 7,998 | 8,069 | 7,879 |
| Kelapa | 2,916 | 2,632 | 2,755 | 3,199 | 2,824 | 2,736 | 2,893 | 3,147 |
| Rami/Linseed | 824 | 797 | 788 | 797 | 809 | 793 | 793 | 821 |
| Jarak/Castor | 735 | 898 | 925 | 832 | 821 | 843 | 913 | 882 |
| Dunia | 129,470 | 131,894 | 132,663 | 133,861 | 128,850 | 131,325 | 132,199 | 132,698 |
| Kontribusi m. kelapa (%) | 2.25 | 1.99 | 2.07 | 2.38 | 2.19 | 2.08 | 2.18 | 2.37 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023 | ||||||||
Kontribusi minyak kelapa terhadap 11 jenis produksi dan konsumsi minyak nabati dunia yang bersumber dari biji-bijian masih sangat rendah. Hal ini dapat menjadi sebuah momentum untuk kebangkitan agro industri kelapa di Indonesia.
Harga minyak nabati dunia dapat berfluktuasi karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Salah satu faktor adalah pengaruh iklim yang mempengaruhi keberhasilan panen dan produktifitas. Faktor lain adalah pertumbuhan ekonomi negara di dunia serta situasi geo-politik kawasan. Prediksi harga minyak nabati dunia periode 2022-2024 disajikan pada Tabel 11 dibawah ini.
Tabel 11. Prediksi Harga dan Harga Beberapa Minyak Nabati (U$ per Ton)
| Minyak nabati | Januari/Juni | Juli/Desember | ||||
| 2024F* | 2023* | 2022 | 2023F* | 2022 | 2021 | |
| M. Kedelai (FoB Dutch) | 1,240 | 1,127 | 1,799 | 1,060 | 1,573 | 1,449 |
| M. Kedelai (FoB Arg) | 1,160 | 1,038 | 1,647 | 1,000 | 1,297 | 1,330 |
| M. Matahari (FoB EU/NW EU) | 1,190 | 1,053 | 1,907 | 1,010 | 1,387 | 1,384 |
| M. Matahari (Laut hitam) | 1,140 | 946 | 1,787 | 900 | 1,254 | 1,330 |
| M. Kanola (FoB Dutch) | 1,220 | 1,037 | 2,027 | 1,060 | 1,442 | 1,633 |
| CPO (NW EU) | 1,160 | 982 | 1,617 | 1,000 | 1,087 | 1,273 |
| RBD Palm Olein (FoB Malaysia) | 1,100 | 930 | 1,587 | 940 | 969 | 1,218 |
| Palm Kernel Oil (CIF Rotterdam) | 1,260 | 1,004 | 2,052 | 1,050 | 1,143 | 1,615 |
| M. Kelapa (CIF Rotterdam) | 1,320 | 1,070 | 1,988 | 1,130 | 1,255 | 1,689 |
| Sumber data: Oil World, Annual 2023, June 15, 2023. F) Forecasts *) Data sementara | ||||||
Merujuk kepada Tabel 11 bahwa rata-rata harga minyak kelapa dunia tahun 2022-2023 adalah U$ 1.360 per ton maka potensi ekonomi GNTK seluruh desa di Indonesia yang merujuk pada data di Tabel 5 dapat mencapai:
| Jumlah
Desa |
GNTK/Desa
(Ha) |
Total GNTK
(Ha) |
Populasi/Ha | Produksi
(pohon/tahun) |
Rendemen
Kopra (20%) |
Rendemen minyak
dari kopra (60%) |
U$ 1.360/ton x kurs Rp 16.000 |
| (50%)
37.877 |
100 Ha/Desa | 3.787.700 | 140 pohon | 120 butir | 12.726.672 ton | 7.636.003 ton | Rp 166 Triliun |
| 200 Ha/Desa | 7.575.400 | 140 pohon | 120 butir | 25.453.344 ton | 15.272.006 ton | Rp 332 Triliun | |
| (60%)
45.452 |
100 Ha/Desa | 4.545.200 | 140 pohon | 120 butir | 15.271.872 ton | 9.163.123 ton | Rp 199 Triliun |
| 200 Ha/Desa | 9.090.400 | 140 pohon | 120 butir | 30.543.744 ton | 18.326.246 ton | Rp 398 Triliun |
Potensi tersebut belum termasuk dari produk samping berupa batok kelapa, air kelapa dan sabut kelapa yang perlu dihitung sebagai satu kesatuan sirkular ekonomi industri kelapa nasional.
Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi
Konsep ekonomi kerakyatan jika mengacu ke Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 33 Ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha berdasar atas asas kekeluargaan dan Ayat (4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.
Penguatan kelembagaan ekonomi rakyat melalui koperasi dapat dilakukan dengan dua acara atau pendekatan yaitu (1) Pembentukan koperasi (badan hukum yang baru) dan (2) Memberdayakan koperasi yang sudah ada baik yang produktif maupun dorman/kurang produktif.
Data dari berbagai sumber bahwa jumlah koperasi di Indonesia dari tahun 2021 hingga 2024: Tahun 2021: 127.846 unit, Tahun 2022: 130.354 unit, Tahun 2023: 130.119 unit, Tahun 2024: 131.617 unit. Jumlah koperasi di Indonesia mengalami penurunan dari tahun 2014 hingga 2023. Pada tahun 2014, jumlah koperasi di Indonesia mencapai 209.488 unit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memperkuat lembaga ekonomi ini baik dari sisi manajemen, permodalan, akses pasar domestik dan pasar global.
Manfaat Koperasi secara regulasi sudah ditunjukkan oleh pemerintah melalui beberapa Undang-undang (UU), yaitu UU No. 25 tahun 1992 juncto Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 2 tahun 2022 juncto UU No. 6 tahun 2023 tentang Cipta Kerja dan UU No. 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Selain keberpihakan UU tersebut sesungguhnya harus didukung oleh Peraturan Pemerintah sebagai landasan operasionalnya dan regulasi ditingkat yang lebih rendah yang saling mendukung semangat UU tersebut terutama dari sisi penguatan kelembagaan/manajemen, permodalan dan akses pasar hingga mampu memasuki pasar keuangan di Bursa Efek Indonesia.
Koperasi di Uni Eropa memegang peranan penting untuk perekonomian dan lapanga kerja. Beberapa contoh koperasi yang sangat besar dan kuat di Uni Eropa dan Asia antara lain adalah:
- Crédit Agricole Group (Prancis)
Sebuah grup perbankan internasional asal Prancis dan merupakan lembaga keuangan koperasi terbesar di dunia. Bank ini terdiri dari sejumlah bank lokal Crédit Agricole, 39 bank regional Crédit Agricole, dan satu organisasi pusat, yakni Crédit Agricole S.A. Crédit Agricole memulai sejarahnya pada akhir abad ke-19, terutama setelah Undang-Undang tahun 1884 mengatur kebebasan asosiasi profesional, yang antara lain mengizinkan pembentukan kelompok tani dan pendirian bank bersama lokal. Turnover koperasinya: 88.97 Miliar USD, penyerapan tenaga kerjanya: 142,159 Tenaga Kerja, Crédit Agricole Group merupakan Koperasi Konsumen.
- REWE Group (Jerman)
Grup koperasi ritel dan pariwisata terdiversifikasi Jerman yang berbasis di Cologne, Jerman. Nama REWE berasal dari “Revisionsverband der Westkauf-Genossenschaften”, yang berarti “Asosiasi Audit Koperasi Pembelian Barat”. Turnover koperasinya: 77,93 Miliar USD, penyerapan tenaga kerjanya: 256,162 Tenaga Kerja, REWE Group merupakan Koperasi Produsen.
- National Federation of Agricultural Cooperative Associations – ZEN-NOH (Jepang)
Federasi koperasi pertanian di Jepang. ZEN-NOH dibentuk pada tahun 1972 dengan bergabungnya grup ZENHANREN dan grup ZENKOREN. Grup ZEN-NOH bertanggung jawab atas bisnis pemasaran dan pasokan Grup JA, termasuk penjualan produk pertanian dan penyediaan bahan untuk digunakan dalam produksi pertanian. Turnover koperasinya: 57.69 Miliar USD, penyerapan tenaga kerjanya: 27,594 Tenaga Kerja, ZEN-NOH merupakan Koperasi Produsen.
- Nonghyup (National Agricultural Cooperative Federation – NACF) (Korea Selatan)
Federasi Koperasi Pertanian Nasional Korea Selatan didirikan pada tahun 1961 untuk meningkatkan status sosial dan ekonomi anggotanya dan untuk mempromosikan pembangunan ekonomi nasional yang seimbang. Perannya dibagi menjadi tiga bidang: pemasaran dan pasokan, perbankan dan asuransi, dan layanan penyuluhan. Turnover koperasinya: 44.81 Miliar USD, penyerapan tenaga kerjanya: 27,774 Tenaga Kerja, Nonghyup merupakan tipe Koperasi Produsen.
- Credit Union
Heddesdorfer Credit Union yang dibangun Reiffeisen, petani dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman. Credit Union Sampai wafatnya Reiffeisen tahun 1988, terdapat 425 Credit Union di Jerman. Keberhasilan Heddesdorfer Credit Union atas 3 prinsip utama dalam menjalankan organisasi akhirnya menjadi prinsip dasar Credt Union:
- Azas Swadaya, modal dari simpanan hanya diperoleh dari anggotanya,
- Azas Setiakawan/solidaritas, Pinjaman hanya diberikan kepada anggotanya,
- Azas Pendidikan/penyadaran, membangun watak adalah yang utama, hanya yang berwatak baik yang diberikan pinjaman
CU berkembang ke seluruh dunia, Seorang wartawan Alphonse Desjardin pada awal abad ke-20 membawa CU ke Canada. Seorang saudagar kaya Edward Fillene membawa CU ke Amerika Serikat. Mary Gabriella Mulherim membawa ke Asia khususnya Korea. Pada tahun 1934, dibuat Undang-Undang tentang Credit Union pada masa pemerintahan Presiden F. D. Rosevelt. Kemudian gabungan Credit Union di Amerika Serikat (Credit Union National Association) membentuk Biro Pengembangan CU sedunia, yang diresmikan menjadi World Council of Credit Unions (WOCCU) pada 1971. Kantor pusatnya di Madison, Wiscounsin Amerika Serikat.
Laporan Statistik WOCCU tahun 2010: Terdapat di 100 negara; Jumlah 52.945; Anggotanya 187.986.967; Simpanan US$ 1,229,389,373,994; Pinjaman (US$) 960.089.324.649; Cadangan (US$) 131.659.476.973 dan Asetnya mencapai (US$) 1.460.551.666.291.
- Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Keberpihakan dan konsistensi regulasi sangat fundamental dan penting dalam mendukung perekonomian suatu bangsa. Indonesia melalui Undang-Undang nomor 19 tahun 2013 telah menggulirkan Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.
Pasal 7, Pasal 12 dan Pasal 37-39 merupakan landasan untuk perlindungan dan pemberdayaan petani diantaranya adalah melalui Asuransi Pertanian. Landasan operasional berupa Peraturan Pemerintah dan regulasi dibawahnya serta koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah perlu ditingkatkan sehingga cita-cita dari Undang-Undang tersebut dapat dinikmati oleh Petani Indonesia.
Momentum Kebangkitan Agro Industri Kelapa Sebagai Kekuatan Ekonomi Kerakyatan Melalui Koperasi barangkalai dapat mengisi butir kedua Asta Cita Kabinet Prabowo-Gibran di Kabinet Merah Putih, yaitu: Memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Indonesia Emas tahun 2025 sudah menggema dan banyak para pemangku kepentingan menyampaikan bahwa momentum ini menjadi tonggak sejarah baru bagi Indonesia dari berbagai aspek untuk kemaslahatan Indonesia. Tahun 2025 tidak lama lagi, jika kebangkitan industri agro kelapa ini berhasil maka komoditi kelapa dapat menjadi andalan Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan dan energi atau bisa juga disebut “Indonesia Feed the World”.






























