Hani: Baru Kali Ini Harga Pupuk Subsidi Turun

0
Hani (t) pemilik Kios Indo Tani 3 berdiri di samping Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Hani baru tiba di rumah setelah seharian di sawah, celana dan bajunya masih belum sempat diganti, ketika kabar mendadak membuatnya terpaksa berbalik arah. Kiosnya didatangi Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman.

Hani sempat tertegun. Ia tak pernah membayangkan seorang menteri akan datang ke kiosnya, apalagi di siang hari ketika tubuhnya kehabisan tenaga karena seharian di sawah.

Untungnya, jarak antara rumah Hani dan kios hanya selemparan batu. Dalam sekejap, ia sudah tiba di Kios Indo Tani 3. Di depannya, suasana sudah tampak ramai.

Hani menghampiri dengan langkah cepat, masih merasa canggung karena bajunya samar bau lumpur. Namun begitu melihatnya datang, Amran langsung tersenyum dan menyapanya, seolah kedatangannya memang sudah ditunggu.

Saat itu bertepatan dengan azan Dzuhur berkumandang.

Di sela riuh suara pengeras suara masjid, Amran bercerita, kedatangannya ke kios itu memang sengaja dilakukan sebagai bagian dari sidak, di tengah kunjungannya ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat.

“Kami memang sengaja melakukan sidak. Kami ingin memastikan seluruh distributor patuh dan harga pupuk subsidi benar-benar sampai ke petani,” ujar Amran, Subang, Rabu (12/11).

Ia bercerita bahwa dari laporan masyarakat, pihaknya menemukan beberapa kios yang tidak patuh. Pelanggaran itu tersebar di berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi dan Lampung.

Hani, laki-laki dengan rambut pendek beruban yang mengenakan kaos biru bertuliskan besar “EMACEL”, mendengarkan dengan serius pria berdarah Bugis itu.

Hani pun dengan ceria menyampaikan bahwa seumur-umur baru kali ini harga pupuk subsidi turun, dan hal itu hanya terjadi di masa Pemerintahan Prabowo Subianto.

“Baru sekarang, Pak,” ujar Hani sambil tersenyum, menjawab pertanyaan Amran soal penurunan harga pupuk. “Terima kasih kepada Pupuk Indonesia, Bapak Presiden Prabowo. Terima kasih sudah menurunkan harga pupuk.”

Pria yang diperkirakan berusia 54 tahun itu dengan senang menyampaikan bahwa kiosnya sekarang lebih ramai pembeli sejak pemerintah menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen.

“Meningkat ya pembeliannya? Banyak yang datang beli?” tanya Amran.
“Banyak, Pak,” jawab Hani cepat sambil tersenyum.

Kata Hani, banyak petani berbondong-bondong menebus pupuk lebih awal karena takut tidak kebagian stok saat masa tanam tiba. Ada juga petani yang khawatir harga pupuk murah hanya sebentar.

“Sekarang petani menebusnya, Pak. Karena harga turun, mereka khawatir nanti naik lagi. Mumpung harga turun, mereka langsung menebus,” ujar Hani.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, yang juga ikut dalam kunjungan ke kios itu, tersenyum sambil memberi penjelasan. Ia memastikan bahwa produksi pupuk subsidi aman hingga akhir tahun.

“Insyaallah produksi kita aman sampai dengan akhir tahun. Bahkan kita sudah siapkan sampai Musim Tanam (MT) tahun depan,” kata Rahmad. “Jadi, Insyaallah aman.”

Harga Pupuk Subsidi Turun

Beberapa hari sebelumnya, 11 November 2025, suasana Kantor Pusat Kementan sempat riuh. Di sana, Mentan Amran mengumumkan bahwa harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi diturunkan 20 persen.

Pengumuman itu bukan momen biasa. Amran menyampaikannya tepat pada peringatan Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Penurunan harga tersebut kemudian dituangkan secara resmi dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025, yang merupakan perubahan atas keputusan sebelumnya terkait jenis, HET, dan alokasi pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2025.

“Hari ini adalah milestone, tonggak sejarah revitalisasi sektor pupuk. Atas arahan Bapak Presiden, hari ini diumumkan bahwa harga pupuk subsidi turun 20 persen, berlaku mulai hari ini,” kata Amran.

Penurunan ini meliputi seluruh jenis pupuk bersubsidi yang digunakan petani:
– Urea dari Rp 2.250 per kilogram menjadi Rp 1.800 per kilogram
– NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840
– NPK kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640
– ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360
– Pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640

“Ini berita baik untuk petani seluruh Indonesia. Ada 160 juta warga petani kita menanti berita ini. Karena sebelumnya, puluhan tahun yang terjadi adalah tiap tahun naik atau tiap dua tahun naik,” ungkap Amran.

Ia yakin penurunan harga pupuk subsidi ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan produksi nasional.

“Insyaallah produksi akan naik, Nilai Tukar Petani (NTP) naik, kesejahteraan petani meningkat, dan biaya produksi turun. Ini adalah hasil dari perbaikan tata kelola, kerja tim, mulai dari para direktur, komisaris, hingga media yang ikut mengawal,” imbuhnya.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini