Hilirisasi dalam berbagai sektor termasuk pertanian terus dilakukan dalam upaya memberikan dampak positif yang lebih luas.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri optimisme terhadap sektor pertanian untuk terus menggerakkan roda perekonomian semakin tinggi, apalagi animo kalangan muda yang terjun di sektor pertanian menunjukkan kecenderungan meningkat.
Kuntoro, yang hadir sebagai salah satu juri BJBPreneur 2024 mengapresiasi keikutsertaan sebagaian besar anak-anak muda yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk turunan baru di bidang pertanian.
“Sebagian besar peserta dari BJBPreneur ini bergerak sebagai Agripreneur dan memang anak-anak muda. Kemudian juga badan usaha, termasuk ada social worker yang sangat inovatif begitu ya,” kata Kuntoro.
BJBPreneur adalah ajang kompetisi yang diikuti para pelaku UMKM di berbagai bidang yang bertujuan mengembangkan UMKM yang tangguh, yang mampu bertahan di tengah berbagai tantangan sehingga memiliki daya saing, dan berkelanjutan.
Menurut Kuntoro sebagian besar peserta BJBPreneur ini memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di sekitar mereka, baik komoditas, peluang pasar, dan juga inovasi produk.
“Kami tadi melakukan diskusi dengan para peserta dan sebagian besar dari mereka memang memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada di sekitar mereka, baik itu komoditas, baik itu peluang pasar, termasuk juga inovasi produk,” ungkap Kuntoro.
Sementara itu, Group Head PESAT/ UMKM Bank BJB, Dodi Sandra Nugraha mengatakan, masih banyak komoditas pertanian yang belum diolah sehingga belum memberikan banyak nilai tambah.
“Mungkin semuanya tahu bahwa yang namanya nasi itu siapa yang tidak butuh yah? Sementara produk-produk dari pertanian ini bagaimana caranya supaya bisa menjadi industri olahan,” kata dia di sela penjurian BJBPreneur 2024 di T Tower, Jakarta, Jumat 24 Mei 2024.
“Contohnya di acara BJBPreneur ini, ada beberapa produk pertanian yang akhirnya bisa menjadi olahan dan menjadi suatu potensi baru untuk produk yang bisa kita lakukan kemasan baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” sambung Dodi.
Oleh karena itu, Dodi Sandra Nugraha berharap para pelaku UMKM khususnya dibidang pertanian mampu membaca peluang dan potensi daerahnya masing-masing untuk bisa dikembangkan lebih jauh lagi.
“Bagaimana caranya supaya para pelaku UMKM khususnya di bidang pertanian itu justru mengembangkan usahanya di daerahnya sehingga produk pertanian itu dapat dikembangkan atau dapat dibesarkan di daerahnya,” kata dia.
Wijaya Prima Saputra, Founder PT Yuksri Prima Indonesia yang berasal dari kota Blitar, Jawa Timur adalah salah satu pelaku UMKM yang dimaksud Dodi. Perusahaan besutan Wijaya saat ini memproduksi bahan baku daging bebek dan ayam ungkep frozen siap saji.
“Di Blitar merupakan sentra peternakan terbesar di Indonesia. Jadi kami mengolahnya bahan baku-bahan baku ini menjadi value atau barang yang lebih berekonomi. Mempunyai nilai ekonomi, seperti itu,” kata Wijaya.





























