Kementan Ajak Petani Milenial Ikut Percepat Swasembada Pangan

0
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono saat mengunjungi Business Development Services Providers (BDSP) P4S Sintario yang merupakan bagian dari Program YESS Kementerian Pertanian (Kementan) di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (5/1).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mengajak petani milenial untuk terjung ke sektor pertanian. Dia mengatakan, pemerintah saat ini telah menyiapkan sarana dan prasarana hingga kepastiann harga.

Hal tersebut disampaikan saat mengunjungi Business Development Services Providers (BDSP) P4S Sintario yang merupakan bagian dari Program YESS Kementerian Pertanian (Kementan) di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (5/1).

Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan berbagai komoditas strategis nasional, seperti padi dan jagung. The Sunrise of Java ini juga punya akses pasar khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan Pulau Bali.

Pria yang akrab disapa Mas Dar ini mengatakan, petani milenial Bayuwangi bisa memanfaatkan potensi dan peluang tersebut dengan pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah disiapkan oleh pemerintah.

“Kami mengajak petani milenial untuk bekerja bersama kami. Pemerintah sudah menyiapkan sarana dan prasarana, mulai dari pupuk, bibit unggul, teknologi mekanisasi, hingga kepastian harga panen untuk gabah dan jagung,” ujar dia

Khusus pupuk subsidi, sambung Wamentan Sudaryono, Kementan telah meningkatkan volumenya dari 4,5 juta ton menjadi 9,55 juta ton pada tahun 2025.

Anak petani asal Grobogan, JawaTengah ini menambahkan, pemerintah juga menyiapkan pembangunan irigasi untuk mendukung kelancaran produksi pertanian, termasuk di Banyuwangi.

“Kami berharap besar karena bibit, pupuk sampai pembangunan irigasi sudah kita bereskan agar bisa berperan lebih besar lagi pada percepatan swasembada. Jadi, setelah panen segera tanam dan setelah tanam kita berharap dapat panen lagi,” ujar dia.

Wamentan Sudaryono menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) yang mengatur normalisasi dan perbaikan irigasi. Dia meminta para kepala daerah segera memberikan usulan agar semua lahan pertanian memiliki kecukupan pengairan.

“Atas dasar ketahanan pangan, maka pemerintah pusat melalui inpres, Presiden menginstrusikan kepada Kementan dan PU bahwa semua pembangunan Irigasi diadakan pemerintah pusat, insyaalah dengan inpres ini panen petani Banyuwangi semakin bagus dan produksinya semakin lancar,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti mengungkapkan, pada tahun 2024, sebanyak 9.000 petani muda dari Banyuwangi telah bergabung dalam program YESS.

Program ini diharapkan terus berkembang dengan semakin banyaknya bantuan dan fasilitas yang disediakan pemerintah pada tahun 2025.

“Di tahun 2024, kami telah berhasil merekrut 9.000 petani milenial di Banyuwangi. Kami juga akan mendampingi mereka dalam pengembangan komoditas kopi, buah naga, serta komoditas pangan lainnya yang siap untuk diekspor,” kata Idha.

Program YESS, yang bertujuan untuk menciptakan petani muda yang berdaya saing dan mandiri, diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung keberhasilan swasembada pangan di Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini