Kementan Pastikan Program Irigasi Tetap Berjalan Selama Musim Kemarau

0
pompa air
Mengalirkan air masuk ke dalam sawah menggunkan pompa. (Foto: Humas Kementerian Pertanian)

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan program irigasi tetap berjalan selama musim kemarau untuk menjaga ketersediaan air di lahan pertanian. Langkah ini dilakukan menyusul mulai munculnya kekeringan di beberapa sentra produksi pangan.

Direktur Irigasi Pertanian Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementan, Hermanto mengatakan Kementan telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejak awal musim kemarau untuk mengantisipasi dampak kekeringan.

“Kita bersama Kementan melalui Ditjen LIP dengan PU dari awal sudah terkoordinasi dan terkonsolidasi. Setiap ada beberapa titik yang mengalami kekeringan sangat ekstrem, kita langsung turun bersama,” kata Hermanto saat ditemui di Jakarta, Senin (27/7).

Selain koordinasi lintas kementerian, Kementan terus menjalankan program irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, pembangunan embung, dan long storage yang dikerjakan oleh kelompok tani.

“Program untuk menangani irigasi seperti irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, kemudian ada bangunan konservasi seperti embung dan long storage, sekarang terus berjalan karena dikerjakan kelompok tani,” ujar dia.

Hermanto mengatakan sejumlah wilayah di Pulau Jawa mulai mengalami kekeringan di beberapa titik. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Selatan, meski belum meluas.

“Beberapa di Pulau Jawa, kemudian di Sulawesi Selatan ada beberapa titik yang sudah mulai kekeringan. Tidak menyeluruh, tetapi ada beberapa titik yang memang terjadi kekeringan. Kita berupaya bantu sepanjang masih ada sumber air terdekat yang bisa dialirkan ke sawah. Bahkan ada juga yang melalui sumur bor,” kata dia.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, Kementan juga akan menggelar rapat koordinasi guna memperkuat konsolidasi penanganan kekeringan.

“Kita terus bantu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita akan melakukan rapat koordinasi lagi supaya di lapangan gerakan penanganan kekeringan bisa lebih cepat,” ujar dia.

Hermanto menambahkan, Kementan juga menambah bantuan pompa untuk daerah yang mengalami kekurangan air tetapi masih memiliki sumber air yang dapat dimanfaatkan melalui sistem irigasi.

“Di Kementan ada penambahan pompa, terutama untuk daerah-daerah yang airnya sangat kurang tetapi sumber airnya ada dan perlu dipompa,” kata dia.

Hermanto menambahkan, bantuan irigasi perpompaan dan irigasi perpipaan saat ini juga terus diproses setelah lokasi dinyatakan memenuhi persyaratan dan telah melalui proses verifikasi.

“Kalau di kita misalnya irigasi perpompaan kemudian irigasi perpipaan, kita sudah proses itu. Karena itu bantuan pemerintah, setelah lokasi terverifikasi dan pemberkasan selesai, langsung diproses,” pungkas dia.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini