Kolaborasi DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Bengkulu Selatan Gelar Pelatihan Auditor ISPO

0

Bengkulu, HAISAWIT – DGL Learning Institute berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), Kementerian Pertanian Republik Indonesia, menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Auditor ISPO Pekebun (Internal Control System/ICS) di Hotel Mercure Bengkulu, Senin (19/10).

Kegiatan yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026 ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia perkebunan sekaligus memperkuat penerapan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami kebijakan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan, penyelenggaraan sertifikasi ISPO sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 33 Tahun 2025, serta penerapan Internal Control System (ICS) sebagai mekanisme pengendalian internal bagi kelompok pekebun.

Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Direktur Utama DGL Learning Institute (Bapak M Gema Aliza Putra), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan (Bapak Binagransyah, MM), Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan (Bapak Arif Budiman, S.Hut., M.Ling) beserta jajaran. Turut hadir secara daring melalui Zoom Meeting, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Ibu Mutiara Sari, S.TP., Ph.D) bersama (Ibu Ratna Sariaty, SP., MM) selaku Ketua Kelompok Penerapan dan Pengawasan Mutu pada direktorat tersebut.

Direktur Utama DGL Learning Institute, Gema Aliza Putra, dalam sambutannya menekankan “Pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung implementasi ISPO di tingkat pekebun. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami regulasi dan persyaratan sertifikasi, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam proses pendampingan, pengawasan, dan penguatan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kolaborasi DGL Learning Institute dan Ditjenbun diharapkan memperkuat kesiapan pekebun dalam menerapkan standar ISPO melalui peningkatan kompetensi auditor dan pendamping serta penguatan sistem pengendalian internal dan administrasi kelompok pekebun.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, MM, menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung melalui pendanaan APBD Perubahan Kabupaten Bengkulu Selatan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan sektor pertanian, khususnya perkebunan kelapa sawit.

“Pelatihan ini merupakan bentuk dukungan penuh Bapak Bupati terhadap sektor pertanian, khususnya perkebunan, karena kelapa sawit menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bengkulu Selatan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan DGL Learning Institute sebagai mitra telah melalui pertimbangan matang, termasuk pengalaman lembaga dalam melaksanakan program pengembangan SDM perkebunan, seperti pelatihan budidaya dan Teknik pemetaan Lokasi perkebunan.

“Kami memilih bekerja sama dengan DGL setelah melalui pertimbangan yang matang. Kami berharap materi pelatihan ini bermanfaat bagi seluruh peserta,” tambahnya.

Binagransyah juga berpesan agar seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya, menjaga kesehatan, dan mengikuti rangkaian pelatihan secara optimal.

Selain itu, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan Ditjenbun, Kementerian Pertanian, Mutiara Sari, S.TP., Ph.D., juga menegaskan bahwa penguatan implementasi ISPO menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing kelapa sawit Indonesia di tengah dinamika industri dan tuntutan pasar global.

“Pelatihan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat implementasi ISPO dan daya saing kelapa sawit Indonesia dalam menghadapi dinamika serta tuntutan pasar global,” ujarnya.

Ia berharap pelatihan ini dapat memperkuat pemahaman calon auditor terhadap kebijakan dan perkembangan ISPO sehingga mampu mendukung penerapan standar keberlanjutan di tingkat pekebun.

Melalui kolaborasi antara DGL Learning Institute, Ditjenbun, dan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan, pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi calon auditor serta mendorong terwujudnya tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini