Manajer Pupuk di Banggai Dicopot Usai Petani Ngeluh Kesulitan

0
Stok pupuk urea
Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai setelah menemukan petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi. Pencopotan itu dilakukan saat kunjungan kerja di Banggai, Sulteng, Kamis (10/9).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mencopot manajer pupuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, setelah menemukan petani kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi karena belum tergabung dalam kelompok tani.

Pencopotan tersebut dilakukan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Banggai, Kamis (10/9). Dalam kunjungan itu, Mentan Amran mendapati langsung adanya petani yang kesulitan memperoleh pupuk karena persoalan administrasi.

Mentan Amran kemudian mempertanyakan peran manajer pupuk yang seharusnya membantu menyelesaikan persoalan petani, termasuk membantu petani yang belum tergabung dalam kelompok tani.

“Bapak ini tidak punya kelompok. Tapi manajer pupuk tidak bisa membantu untuk membuatkan kelompok. Bisa tidak Anda (manajer) bantu dia buatkan kelompok?” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan petani tidak boleh dibiarkan menyelesaikan sendiri persoalan administrasi untuk mendapatkan pupuk. Petugas yang bertugas di lapangan harus aktif mendatangi dan membantu petani hingga kebutuhannya terpenuhi.

“Anda digaji untuk melayani rakyat, bukan bergaya. Datangi petani. Saya saja menteri datang ke petani. Ini rakyat butuh. Jangan dibuat menunggu, datangi,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi petani untuk memperoleh pupuk bersubsidi. Petugas harus melakukan pendataan dan membantu petani yang belum masuk dalam kelompok tani agar dapat terlayani sesuai ketentuan.

“Jangan tunggu dia. Jemput semua yang bermasalah. Harus (menjadi) terdaftar, pupuk tersedia (di petani). Itu perintah Presiden,” tegas Mentan Amran.

Mentan Amran meminta persoalan tersebut segera diselesaikan dan tidak kembali ditemukan petani yang mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk.

“Selesaikan. Jangan ada petani yang berteriak seperti itu. Kalau saya dengar dalam satu bulan, tolong Pak Bupati juga bantu awasi, kasih laporan,” katanya.

Mentan Amran kemudian mengambil tindakan tegas dengan mencopot manajer pupuk yang dinilai tidak mampu memberikan pelayanan kepada petani.

Mentan Amran menegaskan jabatan merupakan amanah untuk memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, jajaran pemerintah dan pelaksana kebijakan harus mengutamakan pelayanan kepada petani.

“Kita ini pemerintah. Melayani mereka. Kita ini pembantu, kita ini pelayan,” kata Mentan Amran.

Mentan Amran juga mengingatkan jajarannya agar tidak hanya melihat persoalan dari sisi administrasi, tetapi memahami kondisi petani yang membutuhkan pelayanan pemerintah.

“Kasihan tidak? Bayangkan hidupnya. Kamu tidur di AC. Saya mungkin lama miskin, bisa membayangkan,” ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menegaskan keberhasilan kebijakan pupuk tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok. Ukuran utamanya adalah apakah pupuk tersebut benar-benar dapat diakses petani yang membutuhkan.

Karena itu, Mentan Amran meminta seluruh jajaran pupuk aktif turun ke lapangan, mendata petani yang mengalami kendala, serta menyelesaikan persoalan tanpa menunggu keluhan.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini