Mentan Amran Siapkan 10 Ribu Hektare Kakao-Mete untuk Tuntaskan Kemiskinan Alor

0
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merangkul mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, saat kunjungan kerja di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/8).

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), tuntas dalam tiga tahun melalui pengembangan komoditas strategis seperti kakao, kelapa, dan jambu mete.

Amran mengatakan pengentasan kemiskinan menjadi target utama program Kementerian Pertanian di Alor. Pemerintah akan mengembangkan pertanian dalam skema jangka pendek dan jangka panjang agar masyarakat memiliki sumber pendapatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Kemiskinan target kita. Ada jangka pendek, ada jangka panjang. Dua-duanya kita lakukan di sini,” kata Amran saat meninjau langsung potensi pertanian di Alor, Sabtu (8/8).

Untuk program jangka panjang, Kementerian Pertanian menargetkan pengembangan tanaman hingga minimal 10.000 hektare. Komoditas yang akan dikembangkan antara lain kakao, kelapa, dan jambu mete yang dinilai sesuai dengan kondisi agroklimat Alor.

Amran menghitung, apabila satu hektare lahan dikelola oleh satu keluarga, maka 10.000 hektare dapat menjadi sumber penghasilan bagi sekitar 10.000 keluarga. Dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang, program tersebut berpotensi memberikan manfaat kepada sekitar 40.000 orang.

“Kita target di sini tanaman 10.000 hektare, minimal. Kalau 10.000, satu hektare satu keluarga, berarti itu sama dengan 10.000 keluarga. Kalau anak istri ada dua anak berarti empat. Empat kali 10.000, 40.000,” ujar Amran.

Menurut Amran, angka tersebut berkaitan langsung dengan jumlah masyarakat yang berada dalam kondisi miskin di Alor. Karena itu, ia optimistis pengembangan pertanian secara serius dapat memberikan dampak besar terhadap pengentasan kemiskinan.

“Kemiskinan di Alor 38.000. Artinya kalau kita kerja sungguh-sungguh, kemiskinan ini tuntas dalam waktu tiga tahun,” tegasnya.

Amran menjelaskan, tanaman perkebunan seperti kakao, kelapa, dan jambu mete dipilih untuk membangun sumber pendapatan masyarakat dalam jangka panjang. Tanaman tersebut dapat terus menghasilkan setelah memasuki masa panen dan diharapkan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat selama puluhan tahun.

“Di sini cocok kelapa, kemudian mete, kemudian kakao. Ini berkelanjutan. Ini 40 tahun, 30-40 tahun. Artinya 30 tahun panen nanti sampai 40 tahun petaninya panen. Tapi kita tanam sekarang, dan yang kita tanam adalah bibit unggul,” katanya.

Untuk menjaga pendapatan masyarakat selama menunggu tanaman perkebunan memasuki masa panen, pemerintah juga menyiapkan program pertanian jangka pendek melalui padi dan jagung.

“Kita tanaman padi, beri tanaman jagung, supaya kemiskinan ini bisa turun. Turun lebih tajam lagi,” ujar Amran.

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pompa bagi lahan yang memiliki sumber air. Bantuan tersebut diberikan untuk mempercepat produksi sekaligus membuka sumber pendapatan masyarakat dalam waktu lebih singkat.

Amran menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan. Penyediaan bibit dan biaya tanam juga ditanggung pemerintah sehingga masyarakat tidak terbebani modal awal.

“Biaya bibit ditanggung pemerintah, biaya tanam ditanggung pemerintah. Itu gratis semua dari program prioritas Bapak Presiden,” katanya.

Amran juga mengapresiasi pertumbuhan bibit kakao yang telah dikembangkan di Alor. Menurutnya, kondisi tanaman tersebut menunjukkan bahwa komoditas perkebunan memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai sumber kesejahteraan masyarakat.

“Ini masa depan Alor. Kakao, mete, dan kelapa bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Yang penting sekarang kita tanam dengan bibit unggul dan kita kawal sampai berhasil,” ujar Amran.

Ia menegaskan pengembangan pertanian di Alor akan dilakukan secara berkelanjutan dengan menggabungkan program jangka pendek dan jangka panjang. Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya memperoleh bantuan, tetapi memiliki sumber penghasilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan.

“Justru kemiskinan target kita,” pungkas Amran.

Reporter: Supianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini