Mentan Amran Umumkan Serapan Beras Dalam Negeri Capai 2,4 Juta Ton

0
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memberikan keterangan pers setelah menggelar pengajian dan doa bersama capaian 4 juta ton di kediaman pribadinya, Jumat 30 Mei 2025. Dok: Supianto

Per siang ini, serapan beras dalam negeri pemerintah selama Januari hingga Mei 2025 telah mencapai 2.407.863 ton. Capaian ini menjadi yang tertinggi untuk periode yang sama dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menyebut capaian ini sebagai kemajuan yang signifikan. Pasalnya, sebelumnya butuh waktu setahun untuk mencapai angka 1 juta ton.

“Pengadaan kita itu 2,4 juta ton dalam negeri selama 5 bulan. Dulunya itu hanya 1 juta ton selama 12 bulan. Artinya apa? Ini adalah kemajuan signifikan,” kata Mentan Amran pada acara tasyakuran 4 juta ton CBP, Jakarta, Jumat (30/5).

Dengan tambahan stok CBP tahun lalu sebanyak 1,7 juta ton, maka stok beras yang dikuasai pemerintah hingga siang ini telah mencapai 4.001.279 ton.

“Kemudian ada yang mengatakan, Pak ada dulu sisa di akhir tahun itu 1,7 juta. Kalau produksi kita tidak kuat, kalau 1,7 juta itu hanya cukup untuk 20 hari. Karena ini bukannya menurun, tetapi stok kita meningkat sampai 4 juta,” tegas Mentan Amran.

“Artinya apa? Berarti produksi kita meningkat sesuai, bukan data Kementerian Pertanian (Kementan), tapi data Badan Pusat Statistik (BPS),” sambung dia.

Hal ini diperkuat dengan data Departemen Pertanian Amerika Serikat (United States Department of Agriculture/USDA) yang memprediksi produksi beras Indonesia tahun ini akan melampaui target 32 juta ton, yaitu 34,4 juta ton.

“Insyaallah, mudah-mudahan ini benar nanti ke depan berarti di atas target. Tetapi, tanda-tandanya hari ini sudah ada. Stok kita 4 juta ton itu tertinggi selama 57 tahun,” ujar Mentan Amran.

Terakhir CBP tertinggi tahun 1984 yaitu 3 juta ton. Saat itu, Presiden Soeharto mendapatkan penghargaan dari FAO, yaitu Agricola Medal, atas keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan.

“Dan perlu diingat bahwa tahun 1984 itu penduduk Indonesia 161 juta. Sekarang ini 284 juta. Artinya, ini betul-betul hasil kerja keras atas gagasan besar Bapak Presiden,” ujar Mentan Amran.

“Bapak Presiden mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang kebijakan regulasi dipermudah, sehingga berkontribusi pada produksi,” sambung dia.

Capaian juga ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama petani Indonesia. Selain itu, kontribusi para pemangku kepentingan seperti TNI, Polri, BUMN, Kejaksaan, para gubernur, bupati, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan kelompok tani di seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, hari ini kami merasa bahagia semua ada di Dirut Bulog, ada PHIC, teman-teman semua dari Kementerian Pertanian. Kita syukuran kecil-kecilan bersama anak yatim piatu gersama anak-anak kita yang hafal Alquran,” pungkas Mentan Amran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini