Pemerintah akan menggandakan distribusi minyak goreng kemasan Minyakita untuk menekan lonjakan harga minyak goreng yang saat ini mencapai Rp 17.000 per liter, melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, langkah ini akan segera menurunkan harga, dengan harapan distribusi yang melimpah dapat membawa harga kembali ke level yang sesuai HET.
“Harusnya kalau nanti dibanjiri, harga nanti akan turun. Secepatnya kita laksanakan ini,” kata Arief setelah Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (26/2).
Melihat Panel Harga Pangan Bapanas per 25 Februari, rata-rata harga di tingkat konsumen secara nasional berada di Rp 17.679 per liter. Meski demikian, stok minyak goreng secara nasional masih memadai dan bahkan melebihi kebutuhan konsumsi sebulan.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2025 per 21 Februari, kebutuhan konsumsi minyak goreng diperkirakan akan meningkat sekitar 14,67 persen pada Maret 2025, mencapai 488,4 ribu ton, dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Estimasi kebutuhan konsumsi di Februari 2025 adalah 425,9 ribu ton.
“Kita mau sampaikan bahwa ketersediaan seluruh komoditas pangan strategis dalam kondisi aman. Bapak Presiden Prabowo perintahnya ke kita, bahwa ketersediaan itu nomor satu. Jadi ketersediaan saat ini memang kita jaga baik-baik,” kata Arief.
Arief mencatat, per 26 Februari, stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa minyak goreng mencapai 99 ribu kiloliter yang ada di ID FOOD dan Perum Bulog. Sementara itu, ketersediaan minyak goreng secara nasional diperkirakan akan mencapai 815,4 ribu kiloliter pada Maret 2025.
“Nah, untuk di pasar tradisional, kita meminta untuk menjual dengan harga seperti harga acuan atau HET, karena kalau di pasar tradisional itu biasanya tidak ada price tag-nya. Jadi harga itu biasanya ada negosiasi. Tapi kalau di pasar modern, hampir semuanya harganya sudah sesuai,” ucap dia.
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengimbau agar tidak ada praktik penimbunan stok di kalangan pedagang.
“Sebentar lagi sudah memasuki bulan Puasa, ketersediaan bahan pokok aman. Tersedia di mana-mana. Oleh karena itu, masyarakat tidak usah khawatir. Belanja saja seperlunya, kapan saja, barangnya ada,” sebutnya.
“Kita memutuskan minta betul para pelaku usaha selama bulan suci Ramadan, hati-hati, tidak boleh menimbun barang dagangannya. Kalau minyak goreng, kita sudah sepakat akan dijadikan 2 kali lipat ke pasar-pasar. Jadi (pasokannya) banyak,” kata Zulhas.
Sementara Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya akan melakukan pengecekan terkait harga sembilan bahan pokok
“Besok saya akan turunkan anggota di lapangan untuk mengontrol, kalau ada yang harganya lebih HET, akan kita telusuri penyebabnya ada di mana, Dan itu akan kita tertipkan,” kata Listyo Sigit.
Lebih lanjut, Listyo Sigit menekankan bahwa jika ada permainan harga yang dilakukan oleh spekulan yang memanfaatkan momentum bulan Ramadan, pihaknya tidak akan segan untuk menindak tegas.
“Harapan kita yang jelas, masyarakat yang akan melaksanakan puasa betul-betul bisa mendapatkan harga sembilan bahan pokok sesuai dengan HET,” tambah dia.






























