Pemerintah tengah menyusun Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai dasar percepatan pembangunan 100 gudang baru Perum Bulog.
Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat dijumpai di sela Rapat Koordinasi Stabilisasi Harga Telur Ayam Ras di Kantor Pusat Kementerian Pertanian Jakarta, Rabu (19/11).
Rizal mengatakan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Perum Bulog diperintahkan untuk membangun 100 gudang baru dan diharapkan dapat segera direalisasikan.
“Jadi, Bulog itu kan diperintahkan terbangun 100 gudang. 100 gudang ini harapannya kan segera dibangun. Nah, untuk segera dibangun ini kan harus menggunakan prosedur yang lebih cepat,” kata Rizal.
Menurut dia, apabila pembangunan dilakukan dengan prosedur normatif seperti Penanaman Modal Negara (PMN), prosesnya baru bisa dimulai dua tahun lagi.
Agar pembangunan bisa dipercepat, pemerintah menyiapkan langkah melalui penyusunan SKB Tiga Menteri dan rencana Peraturan Presiden (Perpres) untuk memangkas prosedur yang selama ini dianggap terlalu panjang.
“Supaya mempercepat itu makanya dibuatlah SKB Tiga Menteri, ditambah dengan rencana Perpres untuk mempersingkat prosedur-prosedur itu,” ujar Rizal. “Ini sedang proses.”
Lebih lanjut Rizal menuturkan, pembangunan 100 gudang sepenuhnya dibiayai APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).
Pada tahap awal, gudang akan dibangun terutama di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), seperti Miangas dan Pulau Rote, yang selama ini kesulitan logistik terutama saat angin barat atau gelombang tinggi.
“Itu kan jauh nggak ada gudang. Mereka lagi musim pasang, musim barat kayak gini kan nggak ada kapal. Masa dia mau puasa kan nggak mungkin,” ujar dia. “Harus kita siapkan gudang itu, stok-nya harus ada di sana.”
Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu menambahkan, Bulog masih menyusun daftar lokasi prioritas untuk pembangunan gudang, yang dibagi dalam skala prioritas satu, dua, dan tiga.
“Ini lagi kami list. Kami list intinya tempat-tempatnya. Kan ada skala prioritas satu, prioritas dua, prioritas tiga. Nah, ini sedang disusun oleh staf kami. Nanti kita akan pasti rilis,” ujar dia.
Rizal juga mengungkapkan bahwa selama puluhan tahun tidak ada pembangunan gudang baru sejak era Presiden Soeharto. Akibatnya, Bulog kini harus menyewa lebih dari 100 gudang swasta guna memenuhi kebutuhan serapan dan distribusi nasional.
Tambahan 100 gudang baru dinilai sangat penting untuk memperkuat kemampuan Bulog menjaga pasokan beras di seluruh Indonesia.





























