
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani melakukan pemantauan harga pangan di Pasar Minggu dan Pasar Grogol, Jakarta, Selasa (14/4). Dari hasil pemantauan ditemukan harga beras dan Minyakita utama relatif stabil sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Rizal mengatakan, kegiatan pengecekan harga pangan rutin dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di pasar. Bahkan, dalam sepekan sidak bisa dilakukan hingga tiga kali untuk memastikan kondisi harga tetap terkendali.
“Alhamdulillah kita di tanggal 14 hari Selasa bulan April ini mengecek Pasar Minggu. Dari pengecekan untuk harga beras ke kemudian minyak stabil ya sesuai dengan HET, terutama Minyakita,” ujar Rizal.
Meski demikian, Rizal mengakui ketersediaan Minyakita di lapangan masih perlu ditambah seiring meningkatnya permintaan masyarakat.
Peningkatan permintaan terjadi seiring peralihan konsumen dari minyak curah ke Minyakita, menyusul kenaikan harga kemasan plastik yang membuat harga minyak curah kurang kompetitif.
“Jadi para konsumen minyak curah beralih kepada minyak kita. Karena kenaikan harga plastik, kemasan dan lain sebagainya sehingga beralih ke minyak kita. Maka kebutuhan minyak kita semakin besar,” terangnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Bulog telah mengajukan tambahan kuota Minyakita guna memenuhi kebutuhan nasional, khususnya untuk pasar program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SP2KP), pasar tradisional, serta penyaluran bantuan pangan pada periode Februari–Maret.
“Syukur Alhamdulillah mungkin kita tinggal tunggu tambahan kuota tersebut sehingga bisa untuk memenuhi kebutuhan nasional khusus Minyakita,” katanya.
Sementara itu, harga beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) berdasarkan hasil pemantauan terpantau sesuai HET, yakni Rp 12.500 per kilogram atau Rp 62.500 per kemasan 5 kilogram.
Stabilnya harga beras didukung oleh ketersediaan stok yang memadai di gudang Bulog. Hingga saat ini, stok beras tercatat mencapai sekitar 4,75 juta ton.
Di luar beras dan Minyakita, Rizal juga memantau ketersediaan dan harga komoditas lain seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daging, dan telur.
“Sedangkan tadi kami cek untuk bawang stabil harga kemudian cabai, cabai hanya cabai rawit merah yang akan menaikkan tadi harganya di atas Rp 50.000 per kg,” jelasnya.
Ia menambahkan, komoditas yang menjadi perhatian saat ini adalah daging sapi yang mengalami kenaikan harga. Menurutnya, hal itu dipicu pelaku usaha yang menahan pasokan untuk persiapan Iduladha.
“Harga sebelumnya sesuai HAP Rp 140 ribu, sekarang naik menjadi sekitar Rp150 ribu per kilogram. Ke depan, kami akan berkoordinasi dengan BUMN pangan seperti Berdikari untuk menambah pasokan ke pasar SP2KP agar harga bisa kembali sesuai HAP,” jelasnya.
Sementara itu, harga telur masih terpantau stabil, yakni telur ayam ras sekitar Rp30 ribu per kilogram, telur ayam kampung Rp 3.000 per butir, dan telur bebek Rp 3.500 per butir.
“Intinya telur stabil. Yang menjadi perhatian saat ini adalah daging dan kenaikan biaya kemasan plastik,” kata Rizal.
Ia menegaskan, Bulog akan segera menggelar rapat koordinasi guna mengambil langkah cepat dalam menjaga stabilitas harga pangan di pasar.





























