Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, mendorong agar Indonesia segera mewujudkan swasembada gula, garam, bawang, dan kedelai, sebagaimana yang telah dicapai untuk beras dan jagung pada tahun lalu.
Hal itu dia sampaikan dalam sambutannya setelah menerima Anugerah Insan Inspiratif Pangan atas kepemimpinan legislatif dalam penguatan kebijakan ketahanan pangan nasional di di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
“Alhamdulillah, 2025 akhir kemarin ini, kita sudah swasembada beras dan jagung. Ini dibantu semua gotong royong jadi kita bisa swasembada,” ujar Titiek.
Namun, dia menekankan, komoditas lain yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia juga harus diwujudkan swasembadanya, seperti gula, garam, bawang putih, dan kedelai.
Khusus kedelai, Titiek menyoroti ketergantungan Indonesia pada impor yang masih tinggi, padahal kedelai menjadi bahan baku utama tempe, makanan sehari-hari bagi masyarakat.
“Kita ini bangsa pemakan tempe, tapi kedelainya impor lebih dari mungkin lebih dari 70 persen kedelainya impor,” jelas dia.
Oleh karena itu, Titiek mendorong agar komoditas ini segera ditingkatkan produksinya di dalam negeri. Dia berharap penanaman kedelai bisa dimulai dengan dukungan dari TNI Angkatan Darat.
“Ini harus kita genjot, mungkin dari TNI Angkatan Darat kita harus mulai, Pak, untuk nanam kedelai ini. Jangan kita pemakan tempe ini bahan bakunya harus impor, ini malu kita ya,” ungkap dia.
Selain menekankan peran TNI dalam penanaman kedelai, Titiek juga menyoroti pentingnya pemanfaatan bibit lokal. Menurut dia, akademisi dari berbagai universitas sudah banyak yang menemukan varietas kedelai unggul yang cocok dengan kondisi Indonesia.
“Kita banyak akademisi-akademisi dari universitas-universitas yang bisa menemukan, sudah menemukan bibit kedelai yang bagus. Tidak perlu kita bibit pun impor, yang ada lokal saja yang karena sesuai dengan iklim daripada Indonesia ini,” ujar dia.
Titiek berharap sinergi antara TNI, Kementerian Pertanian (Kementan), Bulog, para petani, penyuluh, dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat sehingga Indonesia bisa mencapai swasembada pangan secara menyeluruh.
“Mudah-mudahan ke depan ini sinergitas antara TNI, Kementan, Bulog, para petani, penyuluh, dan perguruan tinggi, ini bisa berkolaborasi dengan baik sehingga kita bisa mencapai swasembada pangan,” imbuh dia.
Reporter: Supianto






























