Perum Bulog pada tahun 2026 mendapat tugas strategis untuk menyerap 4 juta ton setera beras di dalam negeri dan mengekspor 1 juta ton beras ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
Demikian disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat menjadi narasumber dalam talkshow interaktif bertema Pangan Mandiri, Masa Depan Negeri yang digelar di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2).
“Kami laporkan juga, di tahun 2026 ini Bulog diberikan tugas untuk penyerapan setara beras itu bertambah. Yang tahun lalu 3 juta, tahun ini bertambah jadi 4 juta ton,” kata dia.
Rizal optimis target serapan yang ditugaskan pemerintah dapat tercapai. Pasalnya, pihaknya akan dibantu jajaran TNI Angkatan Darat, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan seluruh Babinsa di seluruh tanah air.
“Kami siap, kenapa? Karena dibantu oleh Bapak Kasad beserta jajaran. Yang luar biasa Bapak Kasad ini. Dikerahkan seluruh Babinsa di seluruh tanah air,” ujar Rizal. “Jadi, intinya Bapak Kasad sangat mendukung program pemerintah ini.”
Selain target penyerapan 4 juta ton beras, perusahaan pelat merah ini juga mendapatkan penugasan mengekspor 1 juta ton beras ke negara-negara tetangga di Asia Tenggara.
“Dan, kami diberikan tugas tanggung jawab di tahun ini diberikan tugas untuk mengekspor 1 juta ton beras,” ujar Rizal.
Target ekspor 1 juta ton beras difokuskan pada negara-negara sahabat di Asia Tenggara, yakni Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. “Insya Allah target ini akan terwujud,” tambah dia.
Rizal mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan atase perdagangan di masing-masing negara dan juga dibantu oleh atase militer, untuk memastikan target ekspor berjalan lancar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan atase-atase perdagangan yang di masing-masing negara, dan bahkan juga dibantu oleh atase-atase militer untuk mengkomunikasikan supaya ini bisa terwujud,” kata dia.
Kemudian, Rizal menjelaskan, Bulog baru-baru ini mendapat perintah menyiapkan beras untuk jemaah haji Indonesia.
“Nah, ini tujuannya apa? Supaya jemaah-jemaah haji kita itu yang dari kampung-kampung kan jemaah kita ini rata-rata kalau makan nasinya harus nasi lokal Mas. Nggak bisa pakai nasi basmati,” kata dia.
Rizal menambahkan, Bulog segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan untuk mengekspor 4.000 ton beras bagi kebutuhan jemaah haji pada 2026.
“Syukur alhamdulillah, besok Senin kami akan menggelar Rakortas. Mudah-mudahan diputuskan, dan dalam waktu dekat, awal Maret, beras ini sudah bisa dikirim ke Saudi Arabia,” pungkas Rizal.






























